Talentics Blog

Tren, Wawasan, dan Opini seputar HR & People Analytics

HR & Media

Bagaimana HR Dapat Memimpin Bisnis Melalui People Strategy

09 Sep 2020 Rahma Yulita

Membicarakan tentang kemajuan teknologi, tidak akan ada habisnya. Karena teknologi akan terus berkembang dan berinovasi untuk membuat kehidupan manusia menjadi lebih mudah. Tidak terkecuali di bidang HR, teknologi mampu membawa dampak yang signifikan. 

Perubahan ini memberi dampak yang cukup terlihat dalam bidang HR. “There are things to learn and there are things to unlearn”, maksudnya adalah, sebagai seorang HR, Anda perlu mempelajari hal-hal baru dan melupakan hal-hal lama yang sudah tidak relevan lagi saat ini.

Dengan isu-isu baru yang muncul di dunia HR berkaitan dengan kemajuan teknologi ini, HR Next Genz yang berafiliasi dengan One HR Indonesia dan Talentics mengadakan acara sharing session / webinar yang dilaksanakan pada 27 Agustus 2020 lalu, dengan pembicara yaitu Dr. Susan. P. Chen selaku Global Head of Talent and Leadership Development Gojek Group.

Acara dimulai dengan diberikannya paparan singkat mengenai People Analytics oleh Handito Aji Saroso selaku VP Growth & Marketing Talentics. Ia membuka sharing singkat dengan menjelaskan mengapa People Analytics perlu yang namanya analytics?

Menurut riset McKinsey tahun 2018 mengenai People Analytics, didapatkan hasil sebagai berikut:

  • 80% peningkatan efisiensi rekrutmen (quality of hire, time to hire)
  • 25% peningkatan produktivitas (dengan jumlah yang sama, output yang diberikan 25% lebih tinggi)
  • 50% penurunan company attrition (termasuk karyawan yang resign dan pensiun)

Lalu, bagaimana caranya HR mulai menerapkan People Analytics?

Handito menjelaskan bahwa mau tidak mau, role HR harus segera digeser. 

“Kalau sebelumnya HR hanya untuk tracking saja, compile data, survey-survey perbandingan, sekarang hopefully HR sudah masuk ke ranah analytics. Yaitu bisa melihat korelasi antara data satu dan data lainnya seperti apa. Dia bisa melihat dari sisi penyebabnya (root cause analytics), tahap yang paling tinggi di analytics adalah ketika tim HR bisa memberikan prediksi terkait hal hal apa saja yang mungkin terjadi. Contoh, kita bisa memprediksi karyawan yang HR seperti apa, lalu orang orang yang bagus di tempatkan di sales itu orang orang yang profilnya seperti apa dan lain lain.”, jelasnya.

Setelah memberikan paparan singkat mengenai People Analytics dan Talentics, acara dilanjutkan dengan sharing session bersama Dr. Susan. P. Chen yang membawakan materi mengenai “How Can HR Lead the Business through its People Strategy.”

Susan menjelaskan bahwa bagian terpenting dari masa depan HR adalah, sebagai seorang HR, Anda harus memahami bisnis perusahaan dengan sebaik-baiknya, bahkan hingga ke inti. Sebagai HR Professional, hal ini menjadi suatu hal yang paling krusial dalam dunia bisnis. HR dapat dikatakan sebagai orang-orang yang bertanggung jawab untuk mencari, menyeleksi, hingga membentuk tim di dalam perusahaan, maka dari itu penting untuk HR mengenal bisnis perusahaan mereka.

“HR is not just collect the data but using the data to learn something instead.”, tegas Susan. Ini artinya, sebagai seorang HR, Anda perlu menguasai tidak hanya bidang administrasi hanya untuk mengoleksi data-data saja, tetapi Anda harus mulai mempelajari data-data yang diperoleh tersebut untuk menambah wawasan dan pengetahuan.

Setelah itu, diskusi dilanjutkan dengan membahas recruitment di masa Pandemi seperti yang sedang kita alami. “For people in change management, you're probably familiar with the change in recruitment taking 6 months to 3 years to take place. In the pandemic, we don't have the luxury of time. One mistake is thinking expectation to learn and grow and expectation on leadership and self accountability will change, even though it's crucial in the middle of a Pandemic.”, ujarnya.

Lalu, bagaimana cara HR dapat memimpin bisnis melalui People Strategy terutama di masa Pandemi seperti sekarang ini?

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan, namun yang paling penting adalah dengan menerapkan Learning & Development. Pandemi tidak hanya merubah cara suatu perusahaan menjalankan bisnisnya, tetapi juga merubah cara karyawan menyelesaikan pekerjaannya dan memaksa karyawan untuk dapat beradaptasi dengan situasi seperti ini.

“What the pandemic will change is how we learn. The role in LnD will fundamentally change as well.”

Yang harus dilakukan adalah dengan men-trigger rasa ingin tahu karyawan terhadap suatu hal baru. Work From Home bukan berarti menutup kesempatan karyawan untuk belajar, karena pemberian training masih dapat dilakukan secara online. Dari hasil training tersebut, HR dapat mulai mengumpulkan data-data yang nantinya dapat di-convert menjadi insights yang digunakan untuk mengevaluasi karyawan.

“The point is to activate your employees curiosity, rather than how to give them more content, how to keep them engaged in class, but rather what transformation to create.”

Diskusi kemudian dilanjutkan dengan dibukanya sesi Q&A dan ditutup dengan quotes singkat yang diberikan oleh Susan, yaitu “Nothing of learning is mandatory!”

Talentics akan terus mendukung tumbuh kembangnya komunitas HR di Indonesia melalui berbagai macam kegiatan dan event yang dapat memberikan insights mendalam serta mendorong pengembangan HR di Indonesia. Kembangkan komunitas HR-mu bersama Talentics untuk dunia HR yang lebih baik lagi!

 

Author

Written by Rahma Yulita Head of Content and Media