Talentics Blog

Tren, Wawasan, dan Opini seputar HR & People Analytics

People Analytics

Peran Data & Teknologi Dalam Kecocokan Karir

22 Jul 2020 Peter Febian

Saat ini dan ke depannya, dunia rekrutmen akan terasa semakin kompetitif, bahkan semakin sadis, bagi banyak pencari kerja dan peniti karir. Para Fresh Graduate yang terutama lulusan era Covid-19, harus bersaing keras dengan para Experienced Professionals yang terkena PHK atau Unpaid Leave.

Tidak jarang, para Experienced Professionals yang terkena PHK atau Unpaid Leave, terpaksa "mendiskon" proposal gajinya pada perusahaan yang berusaha merekrutnya, demi tetap dapat bekerja dan menghidupi keluarganya, walaupun tidak seideal karir di masa lalunya.

Kombinasi semua realitas dan perubahan mendadak ini telah menciptakan suatu kondisi pasar tenaga kerja yang dijejali dengan para pencari kerja, namun di sisi lainnya, daya tampung industri juga merosot karena adanya pelemahan kekuatan ekonomi.

Namun, kabar gembiranya... ini bukanlah kiamat dan bukanlah akhir dari segalanya. Ada sejumlah fenomena baru yang sebaiknya kita pahami terlebih dahulu, agar kita tidak terburu-buru down dengan fakta yang ada.

Saat ini, perkembangan teknologi telah memungkinkan munculnya penyedia jasa rekrutmen dan People Analytics yang menyediakan akses publik bagi proses Self-Assessment. Salah satunya adalah platform "rencanamu.id", yang juga tersedia dalam pilihan bentuk apps Android maupun iOS.

Baca Juga : Bagaimana Teknologi Artifical Intelligence Mendukung Talent Acquisition

Dengan kata lain... sesaknya pasar tenaga kerja, selain dapat kita siasati dengan peningkatan kapasitas diri kita (Self Development), juga dapat kita siasati dengan semakin intensnya proses pengenalan diri kita sendiri melalui bantuan teknologi, data, dan insight dari para ahli dan praktisi.

Yang dimaksud dengan insight dari para praktisi adalah pandangan akademik maupun pandangan profesional dari para praktisi Psikologi, para praktisi HR / rekrutmen, dan para Career Coach.

Bagaimanakah kita bisa mendapatkan insight dari mereka, sehubungan dengan pengembangan karir kita? Salah satu cara yang paling populer adalah dengan aktif di media sosial profesional semacam LinkedIn.

Namun tentunya akan memakan banyak waktu dan energi kita, jika kita harus terhubung dan membangun hubungan baik secara satu-persatu dengan para praktisi itu, demi mendapatkan sejumlah insight dari mereka. Solusi tersebut lebih tepat dikatakan sebagai solusi jangka menengah dan jangka panjang.

Maka dari itu, teknologi telah hadir untuk menyederhanakan semua proses tersebut, sehingga kita cukup melakukan proses pengenalan diri sendiri di satu proses saja, berbasis data dan teknologi. Selebihnya, kita dapat menggunakan waktu dan energi kita untuk menjalani peningkatan kapasitas diri kita.

Inilah yang kita sebut sebagai pencari kerja dan peniti karir yang agile.

Seperti yang kita telah ketahui bersama, bahwa dua kata kunci terpenting yang pertama-tama harus dimiliki oleh para pencari kerja dan peniti karir di jaman sekarang adalah "agility" alias ketangkasan, dan "resilience" alias daya juang.

Bagaimanakah teknologi dan data dapat membuat kita menjadi pencari kerja dan peniti karir yang lebih tangkas dan berdaya-juang tinggi?

Sederhananya, teknologi dan data dapat menghimpun, mengkompilasikan, dan mensistematisasikan begitu banyak ilmu pengetahuan, statistik, dan hasil riset dari para ahli dan praktisi. Dalam konteks ini, para ahli dan praktisi di dunia HR, rekrutmen, dan karir. Dengan demikian, kita dapat memangkas waktu & energi demi lebih mengenali jati diri dan kompetensi kita.

Ketika kita mengenali jati diri, maka kita akan menjadi pribadi yang berdaya-juang tinggi. Ketika kita mengenali kompetensi diri, maka kita akan menjadi pribadi yang tangkas dalam menyikapi dinamika dunia karir.

Platform "rencanamu.id" dapat diakses oleh publik secara cuma-cuma yang ingin melakukan Self-Assessment, agar dapat secara akurat mengetahui rencana karir, aspirasi karir, kompetensi utama, jenis industri yang paling cocok, dan seberapa besar gap kompetensi yang masih harus kita "tambal" melalui proses-proses peningkatan kapasitas diri secara mandiri. Masih banyak lagi detail-detail assessment lainnya yang dapat kita gunakan sebagai landasan objektif dalam rencana dan proses pengembangan diri kita.

Dengan demikian, dapat kita katakan bahwa Self-Assessment tetap penting dilakukan oleh para peniti karir senior sekalipun, bukan hanya Fresh Graduate. Karena adanya dinamika dalam diri setiap manusia, ditambah lagi dengan dinamika lingkungan di sekeliling kita, maka Self-Assessment secara berkala menjadi semakin penting untuk kita semua lakukan, agar dapat secara tangkas menyikapi perubahan-perubahan yang terjadi beserta respon yang diperlukan.

Sebagai "pasangan"-nya, hadir juga platform bernama "talentics.id" yang dapat diakses oleh entitas bisnis yang telah menjadi klien dari Talentics untuk bisa mengetahui dan mengukur kompetensi kandidat dan karyawan secara online, dengan hasil akurat dan instan. Teknologi di Talentics, memungkinkan rekruter untuk bisa mengukur kemampuan kandidat dengan jauh lebih cepat, dan lebih mudah.

Baca Juga : Menciptakan Budaya Perusahaan yang Positif dengan Memanfaatkan Assessment

Platform assessment Talentics, juga dapat digunakan untuk mengukur kompetensi semua level karyawan mulai dari level staff hingga level eksekutif. Dengan lebih dari 48 kompetensi yang dapat diukur, Talentics menyediakan assessment yang menyuluruh agar dapat mengetahui profil kandidat dan karyawan secara utuh dan dapat digunakan sebagai proses screening kandidat ataupun competency mapping karyawan.

Sinergi antara platform "rencanamu.id" di sisi pencari kerja dan peniti karir, dengan platform "talentics.id" di sisi dunia industri, pada akhirnya dapat membentuk satu-kesatuan jalur (pipeline) utuh yang semakin ke depannya diharapkan akan semakin sigap dalam memecahkan masalah-masalah dunia industri, karir, dan ketenagakerjaan di Tanah Air. Dimana salah satu masalah terbesar yang saat ini ada yaitu Talent-Industry Link and Match.

Jika para pencari kerja dan para kandidat telah mengenal diri sendiri dengan baik, berdasarkan data dan analisa yang solid… Jika dunia industri dapat terus "meneropong" dinamika ketenagakerjaan di masa depan beserta proses-proses yang tengah dijalani para pencari kerja dan peniti karir di saat ini… Maka ke depannya, kita yakini bahwa akan semakin kecil kemungkinan terjadinya gap kompetensi dan salah rekrut akibat kompetensi yang tidak sesuai atau tidak culture fit.

Hal inilah yang menjadi misi terbesar Talentics-Rencanamu, dimana para pencari kerja bisa mendapatkan pekerjaan tanpa melamar dan pemberi kerja dapat mendapatkan talenta terbaik tanpa mencari. Semua akan tersedia di dalam satu Ekosistem utuh, didukung dengan teknologi terbaik, yang mempermudah kedua belah pihak menemukan kecocokan.  

Dengan proses rekrutmen dan pengelolaan talenta organisasi yang lebih efektif dan efisien, dunia industri diyakini akan dapat bertahan dari krisis ini, dan memperkuat eksistensinya di masa depan, yang pada akhirnya dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.


Author

Written by Peter Febian Contributor