Talentics Blog

Tren, Wawasan, dan Opini seputar HR & People Analytics

Recruitment and Employer Branding

3 Alasan Pentingnya Perusahaan Melakukan Employer Branding

11 Aug 2022 Vega Amarazka

Employer branding telah lama menjadi strategi andalan perusahaan untuk bisa mendapatkan karyawan incaran. Secara sederhana, employer branding mengacu tentang nama baik suatu perusahaan. Ini adalah bagaimana upaya perusahaan membangun reputasi yang dapat menarik minat calon karyawan sekaligus mencegah karyawan lama mengundurkan diri. 

Meski begitu, tak jarang istilah ini masih diartikan secara keliru oleh beberapa orang. Ketika masyarakat mengenal layanan atau produk yang kamu jual, apakah itu berarti kamu telah sukses menerapkan employer branding? Tentu bukan, karena itu merupakan brand company. 

Employer Branding

Lalu, saat kamu membuat strategi baru di perusahaan, membuat lanyard kekinian, seragam unik untuk karyawan yang menjadi karakteristik perusahaan, apakah namanya employer branding? Tentu bukan, karena itu adalah brand employee. Lalu, seperti apa konsep employer branding?

Contoh mudahnya seperti menunjukkan dan bangga dengan budaya perusahaan, kreatif dan konsisten dalam memberikan benefit, mengadakan aktivitas tertentu, dan mendapatkan testimoni positif dari para karyawan. Ini adalah employer branding. 

Pentingnya Employer Branding bagi Perusahaan

Employer Branding

Employer branding bisa dibilang menjadi faktor penting untuk mendongkrak keuntungan perusahaan. Brand employer yang tepat bisa menekan angka turnover sampai 28% dan mengurangi biaya rekrutmen mencapai separuhnya. 

Tak hanya itu, brand employer yang pas juga menaikkan angka pelamar kerja mencapai 75% lebih tinggi. Adapun manfaat lainnya dari penerapan employer branding yaitu:

1. Lebih Mudah Mendapatkan Kandidat Terbaik

Manfaat utama adanya employer branding adalah membuat perusahaan menjadi lebih mudah dalam mendapatkan kandidat terbaik. Sebab, brand employer akan membuat pencari kerja tertarik untuk melamar ke perusahaan. Tak hanya itu, strategi ini biasanya juga melibatkan karyawan untuk ikut mempromosikan perusahaan kepada pencari kerja. 

Alhasil, perusahaan bisa mendapatkan kandidat melalui jalur referensi karyawan atau internal. Jadi, tidak perlu repot melakukan proses rekrutmen yang panjang dan tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang tidak sebentar. 

2. Strategi untuk Mempertahankan Karyawan

Selain itu, brand employer yang dikelola dengan baik pastinya akan membuat para karyawan merasa nyaman dan betah untuk bekerja dan berkontribusi lebih lama di perusahaan. Baik dari segi budaya perusahaan yang tidak bersifat diskriminasi dan mendukung semua karyawan maupun berbagai benefit yang diberikan, seperti inventaris, tunjangan kesehatan, atau bonus.

3. Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Apa dampaknya jika perusahaan memberikan lingkungan kerja yang nyaman, inventaris yang mumpuni, kejelasan jenjang karir, dan benefit yang seimbang? Tentunya karyawan akan menjadi lebih betah. Selanjutnya, apa dampak jangka panjangnya? Meningkatnya tingkat produktivitas karyawan yang turut berdampak pada tercapainya target dan keuntungan perusahaan.

Berbagai Program Employer Branding untuk Perusahaan

Employer Branding

Employer branding juga disebut sebagai bentuk investasi perusahaan untuk jangka panjang. Lalu, bagaimana pelaksanaannya? Berikut tiga program employer branding yang bisa dicoba:

1. Mendukung Kesehatan Karyawan

Pandemi telah membuat masyarakat menyadari arti penting kesehatan tubuh, tak terkecuali karyawan. Sayangnya, terkadang pekerjaan seperti tidak ada habisnya dengan tenggat waktu yang begitu ketat. Oleh karena itu, perusahaan dapat memfasilitasi pelatihan untuk menunjang kesehatan karyawan, seperti mengelola stres, kelas olahraga, hingga manajemen untuk mengelola waktu kerja agar tetap produktif.

2. Memberikan Pengalaman Kerja Terbaik bagi Karyawan

Program employer branding selanjutnya adalah memberikan pengalaman kerja yang terbaik untuk para karyawan. Tidak selalu harus memberikan benefit yang mewah, perusahaan bisa mengambil langkah awal dengan menaruh kepercayaan pada pekerja. Cara lain yang bisa dicoba adalah melalui penerapan sistem kerja aktif selama empat hari dalam satu minggu.

3. Menyetarakan Keberagaman Karyawan

Studi yang dilakukan oleh McKinsey menyebutkan, perusahaan yang memiliki beragam budaya atau etnis pada bagian eksekutif ternyata memiliki kemungkinan profitabilitas mencapai 33%. Apabila dikaitkan dengan bagaimana perkembangan bisnis dan ekonomi pada 5 sampai 10 tahun mendatang, bukan tidak mungkin para pekerja di Indonesia hadir dari berbagai latar belakang atau budaya.

Perusahaan bisa mengubah fokus ketika melakukan rekrutmen karyawan, yang semula mengadaptasi konsep cultural-fit bergeser pada cultural-add. Untuk bisa mendapatkan kandidat yang sesuai, kamu bisa percayakan pada Talentics. Melalui Talentics, perusahaan dapat meningkatkan proses rekrutmen dan penilaian hingga 70% lebih cepat. 

Tak hanya itu, perusahaan juga bisa mendapatkan kandidat yang sesuai dengan kualifikasi dan posisi di perusahaan dibandingkan dengan metode konvensional. Kamu bisa cek informasi lebih lengkap tentang Talentics dengan mengakses talentics.id. Yuk, coba sekarang!

Author

Written by Vega Amarazka