Talentics Blog

Tren, Wawasan, dan Opini seputar HR & People Analytics

Recruitment and Employer Branding

5 Tantangan Proses Rekrutmen Karyawan Remote di Perusahaan

11 Aug 2022 Vega Amarazka

Bekerja remote memungkinkan karyawan mengejar karier atau pekerjaan yang mereka impikan tanpa perlu pergi keluar rumah. Namun, jika perusahaan Anda belum cukup punya nama, rekrutmen karyawan remote justru melahirkan tantangan baru. 

Bukan semata soal teknologi dalam proses perekrutan, tetapi berkaitan dengan upaya menarik dan mengundang agar karyawan mau bekerja di perusahaan Anda. Meski tidak menutup kemungkinan lowongan Anda akan dibanjiri para pelamar, tetap saja ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti dijelaskan di bawah ini.

Membangun dan Menjaga Reputasi Online Perusahaan

Memiliki reputasi baik di mata publik akan membantu perusahaan Anda memikat kandidat potensial. Namun, merekrut pekerja secara remote berarti Anda bergantung pada bukti kehadiran digital supaya para pelamar kerja bisa mencari tahu tentang perusahaan.

Pertanyaannya, sejauh mana perusahaan Anda sudah eksis di dunia maya? Cek lagi bagaimana web dan media sosial perusahaan, apakah sudah cukup mewakili citra perusahaan atau belum. Tampilkan testimoni karyawan guna berbagi cerita aktivitas sehari-hari di kantor. Cerita mereka bisa jadi inspirasi untuk orang yang masih maju mundur melamar ke tempat Anda. 

Menggambarkan Cara Perusahaan Bekerja

Masih terkait poin pertama, tantangan berikutnya adalah apa yang bisa Anda sampaikan mengenai cara perusahaan bekerja. Tentu saja karyawan remote punya jadwal sendiri yang bisa jadi memiliki jam kerja berbeda dengan kantor Anda. 

Namun, mereka juga berhak tahu bagaimana alur kerja posisinya dan deretan kewajiban yang harus dipenuhi. Anda dapat menyampaikan ini pada bagian job description saat mengunggah lowongan kerja. Jelaskan secara singkat dan padat, tetapi cukup memberikan kandidat gambaran mengenai pekerjaan dan sistem kerja di perusahaan Anda.

Rekrutmen Karyawan Remote

Menampilkan Nilai dan Budaya Perusahaan

Tantangan lain dalam rekrutmen karyawan remote tak lain soal menampilkan nilai dan budaya perusahaan. Kadang kandidat berusaha menebak-nebak kandidat seperti apa yang dicari perusahaan atau ingin tahu apakah mereka berbagai nilai serupa dengan perusahaan.

Jadi, tunjukkan sikap terbuka dengan menampilkan karakter  seperti apa yang dibutuhkan dan sejalan dengan nilai perusahaan. Misalnya, cantumkan pada menu karier di web atau lowongan kerja bahwa perusahaan Anda mengedepankan inklusivitas, keberagaman, dan keterbukaan dalam bekerja.

Menentukan Tempat Terbaik untuk Merekrut

Anda pun harus tahu ke mana tempat terbaik untuk melakukan rekrutmen karyawan remote. Sudah pasti rekrutmen online jadi pilihan, tetapi mana saluran yang tepat untuk menggaet kandidat potensial? 

Tantangan ini dapat diatasi dengan mencari tahu mana portal pencari kerja atau job board yang bisa menjangkau pekerja remote. Contoh, FlexJobs, Working Nomads, atau We Work Remotely. Boleh juga memasang lowongan di LinkedIn atau Indeed, tetapi sertakan posisi remote. Demikian pula jika Anda ingin merekrut kandidat yang tinggal di kota atau negara tertentu.

Menciptakan Candidate Experience yang Positif

Tantangan terakhir adalah bagaimana Anda dapat menciptakan candidate experience yang positif sejak awal hingga proses rekrutmen selesai. Pertama, perlu Anda sadari bahwa membuka lowongan remote bisa jadi mengundang banyak pelamar untuk mencoba peruntungan. Maka, Anda harus menyaring pelamar hingga hanya kandidat terpilih yang benar-benar siap lanjut ke tahapan berikutnya. 

Di sinilah Anda perlu melakukan asesmen secara cermat. Menggunakan platform rekrutmen dan asesmen online berbasis data seperti Talentics tentu pilihan terbaik. Anda bisa meminta kandidat menyelesaikan tugas atau tes terkait posisi yang dituju sebagai langkah akhir menyelesaikan proses aplikasi. Hasil tes, asesmen online, CV, dan dokumen pendukung tersebut akan mempermudah Anda menentukan kandidat terbaik.

Untuk melengkapi candidate experience dalam perekrutan ini, luangkan waktu berkomunikasi dengan kandidat. Anda bisa memberikan informasi maupun feedback terkait hasil asesmen. Dengan begitu, mereka tahu sudah sejauh mana proses rekrutmen berlangsung dan juga memperoleh kepastian dari aplikasi yang dimasukkan. 

 

Tantangan melakukan rekrutmen karyawan remote sebetulnya hampir sama dengan proses perekrutan reguler. Anda pun tetap akan memperlakukan karyawan remote sama dengan karyawan yang datang ke kantor setiap hari, sama-sama harus dihargai, dihormati, dan berhak mendapatkan dukungan agar tetap produktif serta berhasil dalam pekerjaan. Meski terpisah jarak, Anda dan mereka adalah satu tim, setuju?

Anda butuh inspirasi seputar HR dan People Analytics? Jelajahi Talentics sekarang dan nikmati berbagai informasi menarik yang akan memperluas wawasanmu di dunia HR!

Author

Written by Vega Amarazka