Talentics Blog

Tren, Wawasan, dan Opini seputar HR & People Analytics

Recruitment and Employer Branding

Mengapa Perusahaan Anda Perlu Beralih ke Virtual Job Fair?

23 Sep 2021 Cynthia Astari

 

Job fair adalah salah satu cara bagi perusahaan untuk berinteraksi dengan talenta potensial, terutama mereka yang aktif mencari kerja. Secara umum, traditional job fair menggunakan metode interaksi tatap muka dengan banyak orang, mengizinkan tiap-tiap perwakilan perusahaan untuk mengakses informasi terkait pengalaman talenta potensial di tempat job fair diselenggarakan.

Talenta pun dapat melakukan submit CV on-site, artinya mereka dapat menyerahkan langsung detil pengalaman dan riwayat hidup mereka secara langsung pada pihak perusahaan. Namun pandemi mempertegas berubahnya sistem perekrutan perusahaan, mengharuskan seluruh komponen dan tahapannya diselenggarakan secara virtual. Oleh karena itu, job fair yang tadinya bersifat offline dan temu fisik, sekarang beralih ke bentuk virtual.

Praktik rekrutmen virtual sebenarnya telah berkembang jauh sebelum pandemi melanda seluruh negara di dunia karena seperti yang diketahui, era industri 4.0 mulai merambah secara merata di berbagai negara pada tahun 2016.

Era ini telah membuat penyelenggaraan job fair virtual lebih mudah karena perkembangan teknologi dan artificial intelligence semakin marak dilakukan. Meski virtual job fair tergolong baru, ada banyak alasan mengapa sistem perekrutan ini lebih baik daripada job fair yang biasa diselenggarakan selama ini.

Baca juga: Menerapkan Inovasi Rekrutmen Virtual Guna Menyaring Talenta Berkualitas

Mengapa Perekrutan melalui Traditional Job Fair Sudah Tidak Relevan?

Beberapa perusahaan tentunya masih melakukan perekrutan selama pandemi. Penerapan rekrutmen virtual menjadi pilihan yang memadai. Pada dasarnya proses rekrutmen talenta secara virtual berpotensi besar dalam mendukung social distancing dalam rangka meminimalisir penyebaran Coronavirus karena tidak mengharuskan adanya pertemuan tatap muka.

Selain itu, perekrutan melalui virtual job fair dinilai lebih efektif dari segi waktu dan finansial, yang tentunya membuka potensi talent engagement yang optimal serta membuka luas peluang pencarian talenta yang dibutuhkan karena perusahaan memperoleh banyak opsi talenta potensial.

Virtual job fair pun mendukung gerakan paperless karena dapat mengurangi jumlah limbah kertas yang biasanya menumpuk pada rekrutmen konvensional secara luring (offline). Oleh karena itu, berdasarkan uraian di atas, pelaksanaan job fair konvensional dianggap tidak lagi relevan dengan kebutuhan zaman.

Dengan demikian, perusahaan anda perlu segera beralih ke virtual job fair.

virtual job fair menggantikan traditional job fair

Virtual job fair secara konsep persis sama dengan traditional job fair karena memberikan kesempatan kepada pemberi kerja untuk berbagi peluang kerja dan bertemu dengan talenta potensial mereka. Perbedaan utama antara keduanya adalah bahwa virtual job fair diselenggarakan eksklusif secara online.

Mengingat pelaksanaan traditional job fair bukan pekerjaan yang mudah, terkait alokasi dana, waktu, dan tenaga, pelaksanaannya secara virtual jauh lebih fleksibel menghemat waktu dan tenaga yang dikeluarkan karena tidak membutuhkan talenta untuk melakukan perjalanan.

Virtual job fair juga mengurangi kemungkinan talenta datang terlambat karena kemacetan atau isu lain. Komunikasi yang berlangsung secara virtual pun dinilai meningkatkan rasa percaya diri dan meminimalisir kecemasan bagi talenta potensial saat menjalani tahapan rekrutmen. Acara ini lebih mudah untuk dipromosikan dan dikelola, mengoleksi data peserta secara efektif, dan menawarkan pengalaman yang dipersonalisasi terlepas dari di mana lokasi talenta potensial berada.

Platform virtual job fair menggunakan teknologi telekonferensi untuk mensimulasikan interaksi antara talenta potensial, perusahaan, dan praktisi HR perusahaan Anda sebagaimana berlangsung secara tatap muka. Pelamar dapat mengajukan pertanyaan tentang perusahaan dan posisi pekerjaan tertentu, mengunggah CV mereka, hingga menjalani wawancara. Stan virtual yang sepenuhnya interaktif pun dapat menambah candidate experience positif yang diperoleh talenta.

Lebih spesifik mengenai hal ini, benefit dari penyelenggaraan virtual job fair di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Waktu dan biaya

Virtual job fair mengurangi kekhawatiran tentang biaya. Hanya dengan komputer dan akses internet, talenta potensial virtual job fair bahkan tidak perlu meninggalkan rumah mereka. Perjalanan ke lokasi job fair secara langsung juga bisa memakan waktu, terutama jika lokasinya jauh dari domisili talenta potensial.

Pada acara virtual, talenta potensial dapat mencurahkan waktu, uang, dan energi yang tidak dikeluarkan dalam perjalanan ke dan dari acara job fair untuk mempersiapkan diri dan berfokus pada minat mereka.

Perusahaan pun diuntungkan karena tidak perlu membayar lebih untuk menyewa stan di job fair. Persiapan pun relatif lebih mudah dilakukan karena tidak perlu mendesain, mencetak, dan mempromosikan secara fisik.

  1. Accessibility

Per Januari 2021, pengguna internet di Indonesia mencapai angka 202,6 juta penduduk. Penetrasi penggunaan internet di Indonesia pun telah mencapai lebih dari 70%. Hal ini menunjukkan betapa besar potensi virtual job fair jika dilihat dari segi kemudahan akses, karena dapat dilakukan oleh siapapun, di manapun, dan kapanpun.

Boleh jadi di antara ratusan juta angka pengguna internet tadi, salah satunya adalah sosok yang Anda cari untuk memenuhi kebutuhan perusahaan Anda. Virtual job fair tentunya juga mengurangi risiko terpapar Covid-19 karena kontak langsung ditiadakan baik oleh peserta maupun pihak perusahaan.

  1. Employer branding

Deskripsi pekerjaan yang menarik dan upaya membuat orang tertarik untuk menghadiri virtual job fair yang Anda selenggarakan adalah setengah perjalanan dari menemukan talenta yang tepat. Perusahaan Anda pun perlu memastikan nilai-nilai yang berlaku selaras dengan nilai-nilai talenta potensial.

Begitu banyak waktu dan uang yang dihabiskan untuk mengerjakan kampanye rekrutmen yang sempurna dan sering kali, talenta potensial, baik yang aktif maupun pasif dalam mencari kerja, bahkan tidak yakin apakah job fair tersebut akan sepadan dengan waktu mereka.

Di sisi lain, platform virtual job fair mengizinkan perusahaan untuk menciptakan employer branding yang positif. Alih-alih ajakan atau promosi yang terasa seperti iklan, melalui virtual job fair, perusahaan Anda dapat membuat semacam open house yang memfasilitasi rasa penasaran talenta potensial terhadap perusahaan dengan memanfaatkan fitur chat dan telekonferensi.

  1. Kualitas talenta yang didapatkan

Pada virtual job fair perusahaan dapat menerima lamaran secara langsung. Penerapan teknologi video conference, suara, atau teks dapat digunakan dengan cepat dan mudah, yang memungkinkan talenta potensial di manapun terhubung secara real-time.

Dengan kata lain, virtual job fair memungkinkan cara cepat dan mudah untuk meninjau sekelompok besar talenta potensial berkualitas, mengatur serangkaian wawancara, dan mendapatkan talenta melalui kampanye rekrutmen yang direncanakan dengan lebih cepat.

Virtual job fair menyediakan keleluasaan perusahaan untuk bertemu sejumlah besar talenta berbakat di seluruh Indonesia bahkan dunia tanpa harus menyinkronkan zona waktu atau mengatur pertemuan fisik. Pelamar lebih mungkin untuk berpartisipasi ketika ada kemudahan penjadwalan. Pada akhirnya, proses ini membuat semua orang lebih mudah dibanding jika menggunakan metode traditional job fair seperti biasanya.

melakukan perekrutan melalui virtual job fair

Tips Menyelenggarakan Virtual Job Fair

Sebelum melakukan virtual job fair, perusahaan Anda tentu harus menyediakan waktu untuk mempertahankan posisi kompetitif dan menarik perhatian Gen Z dengan cepat. Bagaimana caranya? Perusahaan Anda perlu melakukan talent engagement yang dapat menjadi salah satu daya tarik bagi talenta potensial.

Baca juga: Strategi Talent Engagement: Bagaimana Menarik Talenta Generasi Z dalam Proses Rekrutmen Di Masa Pandemi?

Dengan semua hal berubah menjadi virtual dan online-based, besar kemungkinan waktu seseorang dihabiskan pada hal-hal yang berlangsung di dunia maya. Virtual job fair yang berlangsung secara online membebaskan talenta potensial perusahaan Anda untuk memilih sesi yang mereka ikuti. Dalam terbatasnya waktu sesi, selaku praktisi HR, Anda dan perusahaan perlu memikirkan strategi mana yang lebih tepat untuk engage dengan talenta potensial jauh sebelum acara diselenggarakan.

Setelah itu, Anda perlu melakukan employer branding dengan membangun online presence.

Seperti data yang telah diuraikan sebelumnya, 73,7%. dari total jumlah penduduk Indonesia, sebesar 274,9 juta jiwa, merupakan pengguna internet aktif. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 15,5 persen yaitu 27 juta jiwa dibandingkan tahun 2020 lalu, yang menjadikan total pengguna internet Indonesia pada awal tahun 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Angka ini diperkirakan terus meningkat seiring berjalannya waktu.

Sehubungan dengan hal di atas, 9 dari 10 talenta potensial yang aktif sebagai pencari kerja mencari setidaknya satu sumber informasi untuk mengevaluasi branding sebuah perusahaan sebelum melamar pekerjaan dan online presence sendiri merupakan sarana bagi perusahaan untuk melakukan employer branding, yang merupakan proses menyelaraskan nilai-nilai perusahaan dengan nilai-nilai dan pengalaman kerja talenta perusahaan.

Pengalaman kerja yang positif akan berpengaruh pada kinerja perusahaan dan tentunya mempengaruhi pendapatan yang diperoleh. Menurut survei Glassdoor, 73% talenta tidak akan melamar ke perusahaan yang tidak mementingkan nilai-nilai mereka. Persentase tersebut diperkirakan meningkat selama dan setelah pandemi Covid-19.

Baca juga: Strategi Membangun Online Presence Bagi Perusahaan untuk Menarik Talenta Potensial

Tentukan pula objektif perusahaan dengan cermat dan jelas

Target perusahaan Anda harus terperinci dan dapat diukur. Anda dapat menggunakan metode SMART dalam menentukan apa saja target yang ingin dicapai melalui virtual job fair yang diselenggarakan. Dalam kasus ini berarti Anda perlu menentukan talenta seperti apa yang dibutuhkan oleh perusahaan? Berapa lama rekrutmen dilakukan? Posisi mana saja yang membutuhkan tenaga tambahan? Sebagai praktisi HR sekalipun, Anda perlu memahami virtual job fair ini diperuntukkan untuk sosok yang seperti apa.

Hal ini dapat ditarik dengan melihat kebiasaan dan gaya hidup tiap generasi yang berbeda-beda. Misalnya, generasi Z lebih peka pada kemajuan teknologi, generasi Y tidak. Talenta dari generasi apa yang dibutuhkan perusahaan? Talenta dengan keterampilan apa yang dapat memenuhi kebutuhan perusahaan? Talenta dalam rentang usia berapa? Apakah gender menjadi esensial dalam perekrutan kali ini? Buatlah strategi yang menarik bagi target audiens perusahaan Anda.

Karena diselenggarakan secara virtual, maka metode ini mengizinkan lebih banyak ruang dan waktu untuk berkreasi. Namun, tidak seperti traditional job fair, perusahaan terbatas pada paparan sederhana yang merangkum semua kebutuhan dan informasi perusahaan.

Penting untuk mengestimasi dan mengukur durasi selama job fair berlangsung untuk memetakan bagaimana Anda melakukan percakapan. Tunjukkan penawaran terbaik bisnis Anda dan soroti dengan tepat mengapa para talenta potensial harus bergabung dengan perusahaan Anda. Tetapkan transparansi, dialog terbuka, dan rencanakan ekspektasi terukur sedini mungkin dalam sesi Anda.

Perencanaan yang Anda lakukan sebelum acara untuk menemukan minat dari talent pool  di dalam virtual job fair Anda memungkinkan perusahaan untuk berbicara tentang apa yang telah talenta temukan sebelumnya dan apa kaitannya dengan perjalanan karir mereka.

Candidate experience para talenta menjadi poin krusial yang perlu diperhatikan selama virtual job fair berlangsung. Pertimbangkan untuk memfasilitasi permainan atau giveaway produk/hasil jasa yang bisnis Anda geluti, yang sekiranya menarik selama mereka berada di stan virtual milik perusahan Anda.

Article Editor: Nadia Fernanda

Image credits: Pexels

 

Author

Written by Cynthia Astari

Related Posts

No related post