Talentics Blog

Tren, Wawasan, dan Opini seputar HR & People Analytics

Talent Assessment and Selection

Alasan Mengapa Asesmen Penting dalam Proses Rekrutmen

29 Jan 2021 Rahma Yulita

Proses merekrut karyawan baru bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Banyaknya struktur dan tahapan dalam proses rekrutmen mengharuskan Anda sebagai praktisi HR bertindak agile dalam memiliki kandidat terbaik yang cocok dan sesuai dengan posisi yang dibutuhkan. Selain itu, proses rekrutmen juga mencari talenta-talenta terbaik yang cocok dengan kultur atau budaya perusahaan, sehingga lingkungan kerja pun akan menjadi selaras. Maka dari itu, proses rekrutmen dapat dikatakan menjadi proses yang menghabiskan waktu lama, karena melibatkan beberapa langkah penting sampai keputusan akhir dibuat.

Ketika memilih orang baru untuk bekerja di perusahaan, Anda harus selalu mempertimbangkan beberapa aspek utama yang akan menguntungkan lingkungan kerja, seperti kecocokan budaya, motivasi untuk peran, kompetensi yang dimiliki, serta kompatibilitas dengan persyaratan pekerjaan (job fit).

Namun pada kenyataannya, potensi kandidat akan sedikit lebih sulit untuk diidentifikasi ketika Anda hanya membaca apa yang tertulis dalam CV. Bahkan, proses wawancara pun tidak dapat benar-benar menggali hingga mendalam mengenai kandidat jika tidak menggunakan pendekatan wawancara yang tepat. Sebagai manusia, pendapat dan keputusan yang dilakukan terkadang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari faktor eksternal maupun internal. Hal ini dapat mengakibatkan munculnya bias dalam proses rekrutmen.

Mengapa Asesmen Penting?

Katakanlah Anda memiliki dua kandidat dengan kompetensi yang sangat baik dan potensial di depan Anda. Kedua kandidat tersebut pun memiliki profil yang kuat dan portofolio yang sukses. Tapi, siapa kira-kira diantara mereka yang benar-benar terbaik untuk perusahaan Anda? Itu baru dua kandidat saja, bagaimana jika Anda menghadapi posisi tersebut dengan 10 atau 20 kandidat sekaligus?

Disinilah peran asesmen hadir sebagai tools untuk membantu Anda menentukan pilihan terbaik dalam proses rekrutmen Anda.

Menghadirkan asesmen sebagai bagian dari proses rekrutmen bukanlah hal baru dalam dunia HR. Bahkan, tahap asesmen dapat dikatakan menjadi salah satu tahap rekrutmen yang paling berpengaruh. Menurut research LinkedIn 2019, 57% recruiter profesional memilih untuk menggunakan asesmen dalam menggali kemampuan kandidat (hard skill & soft skill), dan 60% dari mereka yakin bahwa asesmen akan membuat dampak besar untuk proses pemilihan kandidat dalam lima tahun ke depan.

Baca juga: Tips Memanfaatkan Asesmen untuk Manajemen Sumber Daya Manusia yang Lebih Baik

Dilansir dari Workable, hal ini diperkuat karena asesmen memberikan indikasi tentang apakah kandidat akan mampu untuk melakukan pekerjaan yang dibutuhkan, dan juga apakah kandidat akan cocok dengan budaya dan tim yang ada di perusahaan Anda. Dengan menggunakan asesmen, Anda akan dapat dengan mudah mengerucutkan kandidat dalam jumlah besar menjadi grup kecil dengan kualitas yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Dengan begitu, Anda akan lebih mudah mendapatkan wawasan tentang keterampilan para kandidat yang sebelumnya tidak tertulis di dalam CV/Resume mereka, dan proses rekrutmen pun akan menjadi jauh lebih efisien dalam banyak sisi meliputi cost-per-hire, quality-per-hire, dan time-to-hire.

Bagaimana Penggunaan Asesmen Dapat Mempengaruhi Kinerja Perusahaan dalam Proses Rekrutmen?

Talenta-talenta terbaik akan sulit didapatkan karena tingkat persaingan yang sangat tinggi. Maka dari itu, perusahaan Anda harus mampu memenangkan talent war dan menggaet talenta terbaik. Namun, kompetensi talenta ini yang harus digali lebih dalam sehingga Anda akan menemukan talenta terbaik yang paling cocok untuk perusahaan. Karena, ketika terjadi bad hiring, akibatnya dapat memengaruhi banyak hal, mulai dari cost hingga bottleneck untuk posisi yang sedang kosong tersebut.

Asesmen dikembangkan secara khusus untuk mengukur kemampuan dan mengumpulkan informasi penting tentang kepribadian, keterampilan, dan kemampuan kandidat. Umumnya, asesmen membantu mengidentifikasi bagaimana seorang kandidat beradaptasi dengan lingkungan kerja, bagaimana seorang kandidat akan melakukan pekerjaannya jika berhasil direkrut, dan bagaimana seorang kandidat akan berkontribusi dalam beberapa hal lain yang berhubungan dengan kemajuan perusahaan.

Asesmen dapat membantu mengukur seberapa baik seorang karyawan dapat mengembangkan ide dan diri mereka dalam posisi baru yang akan mereka jalani, serta seberapa cepat mereka mempelajari keterampilan baru untuk beradaptasi dengan pekerjaan tersebut. Dalam kata lain, asesmen akan membantu Anda dalam mengevaluasi seberapa baik kepribadian kandidat tersebut dan seberapa cocok kompetensi kandidat dengan pekerjaan yang sedang terbuka.

Baca juga: Kenali Jenis Asesmen dan Manfaatnya untuk Proses Rekrutmen Perusahaan Anda

Oleh karena itu, melakukan asesmen dalam proses rekrutmen akan dapat membantu perusahaan Anda untuk menghemat waktu dan biaya selama proses seleksi berlangsung dan juga mengurangi tingkat bad hiring atau turnover setelah perekrutan. Selain itu, asesmen membantu menganalisis karakteristik seperti ambisi, kepemimpinan, kerja tim, tingkat toleransi stres, ketahanan emosional, pemikiran analitik, kemampuan memecahkan masalah, dan lain-lain. Sehingga hal ini akan sangat berpengaruh pada kinerja perusahaan jika perusahaan dapat menemukan kandidat yang paling sesuai tidak hanya dilihat dari kompetensi saja, tetapi juga dari kecocokan kultur.

Alasan Umum Menggunakan Asesmen

Semakin banyak perusahaan yang memanfaatkan asesmen dalam proses rekrutmen mereka, karena asesmen dianggap sangat membantu meningkatkan quality-of-hire. Berikut ini tercantum beberapa alasan paling kuat mengapa perusahaan perlu menggunakan asesmen saat merekrut:

  • Setiap kandidat ingin membuat kesan pertama yang kuat, baik, dan positif ketika melamar pekerjaan ke suatu perusahaan. Oleh karena itu, informasi yang diberikan dalam CV/Resume umumnya dilebih-lebihkan untuk meningkatkan kredensial kandidat tersebut. Hal ini tentunya akan berdampak buruk jika kemampuan yang tertulis tidak sesuai dengan kemampuan asli kandidat.
  • Asesmen didasarkan pada studi kasus perekrutan dan retensi. Tes ini akan menunjukkan seberapa dekat kandidat potensial akan cocok dengan persyaratan perekrutan. Ini membantu mengurangi risiko keputusan perekrutan yang salah (bad hiring) dan meningkatkan kualitas perekrutan perusahaan, serta mengurangi tingkat turnover di masa depan.
  • Tes yang normatif akan memungkinkan Anda untuk dapat melakukan evaluasi komparatif terhadap kandidat yang berbeda dan menemukan kandidat yang paling cocok untuk posisi tersebut. Selain itu, hasil tes asesmen juga dapat digunakan sebagai indikator kuat untuk memprediksi prestasi kerja kandidat di masa depan.

Manfaat Asesmen

Manfaat dari asesmen lebih dari sekadar menyederhanakan proses perekrutan dan meningkatkan kualitas perekrutan. Asesmen dapat membantu untuk menyelaraskan proses rekrutmen dengan tujuan bisnis dan menemukan kandidat yang paling sesuai bekerja dengan culture perusahaan yang diinginkan. Selain itu, ada pula beberapa manfaat lain dari asesmen, seperti:

  • Proses perekrutan yang efisien akan menghemat waktu, menghemat biaya dan meningkatkan kualitas dari hasil perekrutan yang lebih baik.
  • Meningkatkan tingkat kepuasan dan retensi karyawan.
  • Produktivitas karyawan yang lebih tinggi.
  • Kemudahan karyawan dalam beradaptasi dan kecocokan mereka dengan pekerjaan serta kultur/budaya perusahaan.
  • Peningkatan kesetaraan, diversitas, dan perekrutan tanpa bias karena hasil dipilih berdasarkan penilaian yang lebih objektif.

Talentics Online Assesment menawarkan fitur asesmen dengan teknologi dan alat ukur terbaik, untuk membantu meningkatkan kinerja bisnis melalui analisa mendalam terkait kinerja talenta dan calon talenta Anda. Bersama Talentics, proses pencarian kandidat akan terasa lebih efektif dan efisien dengan hasil proses rekrutmen yang lebih akurat.

(Article Editor: Nadia Fernanda)

(Image by Pixabay and Unsplash)

Author

Written by Rahma Yulita Head of Content and Media