Talentics Blog

Tren, Wawasan, dan Opini seputar HR & People Analytics

Talent Assessment and Selection

Fungsi Tes Kepribadian pada Pre-Employment Test dalam Rekrutmen

03 Feb 2021 Rahma Yulita

Bukan merupakan hal yang baru bahwa rekrutmen sering kali terasa seperti proses tebak menebak, alasannya adalah bahkan setelah selesai melakukan tahap screening dan wawancara, HR masih belum bisa 100% yakin apakah kandidat pilihannya adalah kandidat yang benar-benar sesuai dengan posisi yang dibutuhkan. Biasanya, setelah kandidat tersebut onboard kurang lebih selama 3-6 bulan, barulah terlihat apakah kandidat bisa menyesuaikan diri dengan posisi dan job/role dimana ia ditempatkan.

Menurut sebuah riset, 33% karyawan baru akhirnya memutuskan untuk berhenti hanya dalam enam bulan ketika mereka menyadari bahwa mereka tidak cocok dengan pekerjaan baru tersebut. Kondisi seperti ini akan berdampak negatif pada perusahaan karena perusahaan diharuskan melakukan proses rekrutmen dari awal.

75% proses rekrutmen rentan akan terjadinya bad hiring, sehingga tingginya biaya perekrutan yang buruk dan tingkat keluar masuk karyawan yang tinggi memperjelas bahwa perusahaan perlu meningkatkan kualitas dari proses rekrutmen yang dilakukan.

Baca Juga : Hindari Kesalahan Ini dalam Menggunakan Asesmen untuk Proses Rekrutmen

Mengacu dari fakta di atas, dapat disimpulkan bahwa perusahaan harus terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas rekrutmen. Tidak hanya mengandalkan CV dan hasil dari wawancara saja, tetapi penting bagi Anda sebagai HR untuk menggali lebih dalam kemampuan dan kepribadian yang dimiliki kandidat.

Salah satu cara untuk menggali hal tersebut adalah dengan melakukan tes kepribadian. Tes kepribadian yang dilakukan dengan baik dan benar dapat memberikan insight mengenai apakah seorang kandidat benar-benar cocok untuk perusahaan Anda, tidak hanya dari segi kemampuan saja, tetapi juga dari kepribadian dan profil kerjanya.

Society for Industrial and Organizational Psychology menunjukkan bahwa 13% HR di Amerika Serikat menyertakan tes kepribadian ke dalam proses wawancara mereka, dan 68% lainnya menggunakan tes keterampilan khusus untuk menggali personality kandidat yang tidak tertulis di CV.

Hal ini membuktikan bahwa salah satu elemen terpenting yang mempengaruhi keputusan perekrutan adalah apakah seorang kandidat cocok dengan budaya perusahaan atau tidak. Seorang kandidat mungkin memiliki semua kualifikasi yang diperlukan, tetapi jika mereka terbiasa dengan gaya kerja atau hierarki organisasi yang berbeda, mereka mungkin akan mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan perusahaan.

Saat mencari kandidat, pastikan terlebih dahulu menyiapkan profil untuk jenis karyawan yang Anda inginkan. Setelah Anda membawanya untuk wawancara, Anda dapat melakukan tes kepribadian untuk mengetahui apakah mereka cocok untuk bekerja di perusahaan Anda atau tidak.

Baca Juga : Manfaat Recruitment Marketing dalam Proses Rekrutmen

Mengapa penting menggunakan tes kepribadian?

Anda mungkin merasa bahwa proses wawancara cukup untuk mengungkapkan kemampuan dan kepribadian kandidat, namun jangan salah, proses wawancara sebenarnya hanya mengungkap sedikit mengenai kandidat dan tentu saja dengan hasil yang subjektif, dapat mengakibatkan munculnya bias.

Menambahkan tes kepribadian ke dalam proses rekrutmen akan membantu memberikan insight atau gambaran mengenai kecenderungan kandidat dalam bersikap sikap serta kapasitas kandidat dalam menyesuaikan diri dengan job/role di pekerjaannya bahkan dengan situasi dan kondisi perusahaan.

Semakin cocok pribadi kandidat dengan, maka akan semakin besar kemungkinan mereka menyesuaikan diri dalam lingkungan pekerjaannya. Disamping itu, karena kecocokan pekerjaan saja tidak cukup untuk membuat seorang karyawan bertahan di suatu perusahaan, maka cultural fit kandidat dengan perusahaan pun turut menjadi hal yang penting.

Fungsi tes kepribadian dalam rekrutmen

Ada beberapa fungsi tes kepribadian dalam proses rekrutmen yang dapat membantu HR untuk dapat lebih mudah menentukan kandidat mana yang paling sesuai untuk dipekerjakan dengan minimnya resiko bad hiring setelah kandidat onboard. Berikut ini fungsi-fungsinya:

1. Menilai kecocokan kandidat dengan culture perusahaan

Menentukan apakah seorang kandidat akan sesuai dengan culture atau budaya perusahaan dapat memberikan gambaran umum tentang bagaimana kandidat tersebut akan bertindak ketika sudah bekerja di perusahaan. Kecocokan budaya yang positif nantinya dapat memicu meningkatnya produktivitas individu, tim, hingga perusahaan.

Tujuan dari penggunaan tes kepribadian adalah untuk menilai dan menentukan kecocokan lingkungan kerja yang optimal bagi kandidat. Misalnya, kandidat yang ternyata terbiasa bekerja dengan lingkungan yang selalu mengikuti arahan cenderung kurang cocok dengan perusahaan seperti start-up yang serba cepat dan menuntut ide-ide baru, begitu pula sebaliknya.

Menemukan kandidat yang cocok dengan budaya perusahaan telah menjadi perhatian utama bisnis saat ini, karena hal tersebut dapat berpengaruh pada produktivitas dari kandidat. Tes kepribadian dapat membantu Anda menemukan kandidat dengan sifat dan kepribadian yang tepat agar sesuai dengan tim dan alur kerja yang ada di perusahaan Anda. Ini juga membantu mengidentifikasi kandidat yang mungkin akan cocok mengisi posisi yang terbuka, untuk meningkatkan produktivitas tim dan perusahaan.

2. Menentukan kecocokan kandidat dengan job/role dan tim

Tes kepribadian dapat mengungkapkan apakah kandidat tersebut cocok dengan posisi dan timnya lebih dari sekadar kemampuan dan keterampilan. Ini menunjukkan apakah mereka mampu berpikir sendiri, bagaimana mereka menemukan pemecahan masalah serta mengambil keputusan, apakah mereka menunjukkan keterampilan kepemimpinan saat diperlukan, dan bagaimana mereka mengatasi keadaan kerja di bawah tekanan.

Ini semua adalah detail yang biasanya terungkap setelah kandidat onboard beberapa bulan. Namun, memperkenalkan tes kepribadian yang mendalam dapat memberikan wawasan ini sejak awal proses, untuk menghindari risiko karyawan resign setelah beberapa bulan bekerja karena adanya ketidakcocokan dengan job/role dan tim yang ada. Maka dari itu, penting untuk melakukan tes kepribadian dan mengidentifikasi hal-hal tersebut agar adaptability mereka meningkat setelah onboard.

Baca Juga : Metrik Recruitment Marketing yang Perlu Anda Perhatikan

3. Meningkatkan kualitas dan retensi karyawan

Sama pentingnya dengan mempekerjakan kandidat yang tepat, sangat penting bagi perusahaan untuk mempertahankan karyawannya. Cara mempertahankan karyawan untuk tetap bekerja di perusahaan adalah dengan memberikan kenyaman semaksimal mungkin dalam bidang pekerjaan dan sosial.

Karyawan yang tidak cocok untuk suatu pekerjaan pada akhirnya akan memperlihatkan kinerja yang kurang baik dalam hal keterlibatan dengan peran dan produktivitas, yang akhirnya akan kemungkinan besar memutuskan untuk berhenti. Mencari pengganti karyawan bisa menghabiskan biaya yang mahal dan memakan waktu.

Tetapi, jika Anda sudah mempertimbangkannya sejak awal proses rekrutmen dengan menggunakan tes kepribadian, Anda dapat mengurangi kemungkinan bad hiring seperti ini dan meningkatkan kualitas serta retensi karyawan.

4. Memprediksi kesuksesan role di masa depan

Tes kepribadian terbukti mampu menilai kecenderungan perilaku kandidat di lingkungan kerja dan memungkinkan Anda untuk memahami apakah mereka akan mampu mengisi posisi yang terbuka dengan sebaik-baiknya. Tes kepribadian mengalahkan metode pengumpulan informasi tradisional seperti hanya memanfaatkan apa yang tertulis di CV, dan memberi Anda wawasan yang lebih objektif, serta akan meningkatkan pemilihan kandidat secara signifikan.

Penelitian menunjukkan bahwa kepribadian adalah prediktor yang berguna untuk memprediksi kinerja kandidat di masa depan dengan memberikan informasi yang mendalam tentang bagaimana kepribadian kandidat akan mempengaruhi perilaku mereka di tempat kerja, bagaimana kandidat berhubungan kepada orang lain, bagaimana kandidat mendekati dan memecahkan masalah, dan bagaimana kandidat mengelola emosi mereka.

Kesuksesan role di masa depan sangat bergantung dari hasil proses rekrutmen yang dilakukan. Jika prosesnya tidak maksimal dan kandidat kurang cocok dengan perusahaan, maka dapat dipastikan bahwa produktivitas role tersebut akan menurun dan berdampak buruk bagi perusahaan.


Dengan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kecocokan kebudayaan sangatlah penting untuk menarik dan menjaga talenta berkualitas untuk tetap loyal di perusahaan Anda. Terlebih lagi, salah satu petimbangan penting bagi Gen Z, yang mendominasi pasar kerja saat ini, sebelum melamar di suatu perusahaan adalah mereka menilai culture perusahaan sebelum memperhatikan job desk dan tawaran lainnya.

Platform Talentics Online Assessment memberikan kemudahan Anda untuk menggali seorang kandidat secara menyeluruh dengan mengungkap beberapa aspek, termasuk di dalamnya yaitu; Kepribadian, Kecerdasan, Kompetensi dan Motivasi. Dengan Talentics, Anda dapat mewujudkan peningkatan efisiensi rekrutmen di perusahaan Anda hanya dalam satu platform.

Article Editor: Nadia Fernanda

(Image by Shutterstock and Unsplash)

Author

Written by Rahma Yulita Head of Content and Media

Related Posts

No related post