Talentics Blog

Tren, Wawasan, dan Opini seputar HR & People Analytics

Talent Assessment and Selection

Mengenal Virtual Assessment Center (VAC) dan 3 Kunci Penting di Dalamnya

02 Mar 2021 Rahma Yulita

Pandemi COVID-19 yang masih ada hingga hari ini membuat proses rekrutmen masih dilakukan secara remote. Tidak hanya itu, pertemuan tatap muka pun masih dirasa belum memungkinkan untuk dilakukan. Walaupun demikian, dengan kecanggihan teknologi yang ada, melakukan proses rekrutmen secara remote bukanlah suatu kendala. Seperti melakukan video conference untuk proses interview tatap muka secara virtual.

Namun sebagai seorang HR, penting bagi Anda untuk dapat menilai dan memprediksi kandidat yang melamar di perusahaan Anda. Mungkin akan terasa lebih sulit untuk menilai kandidat ketika Anda tidak bertemu secara langsung secara dekat. Berbagai cara pun dilakukan untuk menggali potensi kandidat dan mencari tahu apakah kandidat tersebut cocok untuk dipekerjakan di perusahaan Anda atau tidak.

Fungsi Sumber Daya Manusia (SDM) selalu memainkan peran penting dalam membuat proses pengambilan keputusan perekrutan di perusahaan. Seluruh siklus dalam proses rekrutmen si suatu perusahaan pada dasarnya diibaratkan sebagai peta yang dibuat oleh Human Resource (HR). Meskipun fungsi HR tidak selalu menjadi pengambil keputusan akhir, salah satu peran penting HR adalah untuk menerapkan strategi untuk mempermudah user hingga leader membuat keputusan akhir yang akurat. Hal ini menyebabkan muncul banyak teknologi HR yang digunakan untuk meningkatkan validitas prediksi pengambilan keputusan.

Baca Juga : Kompetensi Penting yang Harus Dimiliki Karyawan selama Work From Home

Salah satu alat HR yang paling relevan hasilnya adalah Assessment Center (AC). Karena tingginya validitas prediktif yang diberikan, praktik Assessment Center (AC) kini telah terevolusi oleh teknologi hingga muncul Virtual Assessment Center (VAC).

Apa itu Virtual Assessment Center (VAC)?

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai Virtual Assessment Center (VAC), pertama-tama kita harus memiliki pemahaman yang sama tentang metode apa itu Assessment Center (AC) terlebih dahulu. Ketika HR menjalankan proses rekrutmen dan hendak mengambil keputusan untuk mempekerjakan seseorang, cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan mengevaluasi potensi kandidat tersebut dan melihat kecocokannya dengan posisi yang hendak diisi, serta memprediksi kemampuan mereka untuk mengisi role tersebut dalam beberapa bulan ke depan. Namun, hal ini sangatlah krusial karena ketika ternyata hasilnya tidak baik hingga menyebabkan bad hiring, ini akan memberikan resiko besar dalam faktor biaya, waktu, dan kualitas perekrutannya.

Di sinilah Assessment Center (AC) berperan penting karena recruitment tool ini dapat mereplikasi sedekat dan senyata mungkin mengenai ritme kerja suatu role yang meliputi simulasi lingkungan kerja, tugas sehari-hari yang akan dikerjakan, budaya perusahaan, dan ekspektasi peran yang diharapkan perusahaan kepada kandidat.

Singkatnya, AC adalah proses yang ketat untuk menilai perilaku kandidat dan menemukan kecocokan kandidat untuk suatu peran. AC biasanya dirancang dan dilakukan oleh HR profesional, karena AC dapat digunakan untuk menilai dan mengevaluasi peran apa pun di tingkat manapun.

Karena keterbatasan fisik AC, dan ditambah dengan munculnya pandemi COVID-19 yang menyebabkan adanya dorongan perusahaan untuk melakukan segala kegiatan secara remote/work from home, kehadiran Virtual Assessment Center (VAC) mulai menjadi pilihan terbaik. Dengan memanfaatkan teknologi, perusahaan sekarang dapat menikmati reliabilitas Assessment Center sekaligus menghemat waktu dan biaya dengan menerapkan secara virtual. Sama seperti AC, VAC memiliki beberapa alat yang dipetakan ke kompetensi kandidat.

VAC memberikan pemahaman holistik tentang seorang kandidat tanpa mengorbankan kualitas dan standar yang telah ditetapkan oleh AC sebelumnya. Recruitment tools tersebut dikelola secara online, diikuti oleh laporan yang dihasilkan secara otomatis, sehingga menghilangkan kerumitan logistik, mengurangi effort manual, dan menghemat biaya dalam prosesnya tanpa menghambat standarisasi dan akurasi hasil.

3 Kunci Penting Virtual Assessment Center (VAC)

Setelah Anda memahami konsep dan desain VAC, akan ada dorongan untuk mulai menerapkannya dalam proses rekrutmen di perusahaan Anda, bukan? Namun sebelum itu, ada 3 kunci penting dalam VAC yang perlu Anda ketahui.

Reduce, Reuse & Replace Resource

Virtualisasi tidak berarti Anda sepenuhnya melupakan proses yang dilakukan secara fisik sebelumnya, melainkan Anda dapat mulai mencari tahu pemborosan biaya yang mungkin untuk dihemat dengan menggunakan kembali, atau mengganti yang sudah tidak efektif. 

1. Reduce

Ketika beralih dari fisik menjadi virtual, pasti akan banyak elemen yang perlu dikurangi atau tidak dilibatkan kembali dalam prosesnya. Contoh sederhananya adalah, akan banyak elemen yang menjadi lebih efektif ketika menjalankan proses secara virtual, yaitu adanya penghematan logistik dan material seperti kertas, komputer, dan material lainnya yang mendukung berjalannya proses AC. Selain itu, VAC juga akan menghemat waktu dan mengurangi adanya kemungkinan akan tersebarnya assessment yang digunakan untuk menguji kandidat.

2. Reuse

Contoh dari reuse adalah jika Anda sudah mengumpulkan data melalui tools seperti penilaian psikometri, wawancara video, dan lainnya, data tersebut dapat Anda gunakan kembali baik dengan integrasi alat itu sendiri ke dalam VAC Anda atau dengan mengintegrasikan datanya sendiri. Anda juga dapat memanfaatkan employer brand (bagian culture) yang sudah ada untuk dengan mudah diadopsi ke dalam platform VAC.

3. Replace Resource

Contoh di bawah ini dalam hal studi kasus bisnis dan aktivitas grup AC yang biasanya dilakukan secara offline / secara langsung. Meskipun metode ini sangat efektif jika dilakukan secara langsung, namun pelatihan secara offline bukan latihan yang scalable. Faktanya, menggantinya dengan simulasi online dapat memperluas skala dengan penilaian yang lebih cepat dan lebih akurat, karena simulasi dinilai secara instan dan dan cepat dengan keterlibatan teknologi.

Menciptakan Candidate Experience yang Lebih Baik

Menciptakan candidate experience yang tepat bukan berarti harus dilakukan dengan pertemuan secara langsung ataupun memberikan hadiah sebagai rewards. Seringkali, perusahaan mengejar hal-hal ini tetapi melupakan esensi dari experience itu sendiri dan akhirnya menghabiskan banyak effort dan biaya tanpa mengetahui efektivitasnya dalam membangun candidate experience. Untuk mendapatkan pengalaman kandidat VAC Anda dengan benar, Anda perlu memikirkan terlebih dahulu tentang 3 komponen penting ini:

1. Branding

Beberapa penelitian telah menunjukkan seberapa kuat branding perusahaan memiliki dampak langsung pada akuisisi bakat. Perusahaan dengan reputasi yang lebih baik memiliki karyawan yang lebih berkualitas dan lebih puas dengan pekerjaannya. Faktanya, studi LinkedIn menemukan bahwa 69% kandidat mengatakan bahwa mereka tidak akan menerima pekerjaan di perusahaan dengan reputasi buruk bahkan jika mereka menganggur.

VAC adalah salah satu tool terbaik untuk mempromosikan employer brand karena memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk menunjukkan nilai, kualitas kepemimpinan, dan gaya kerjanya di seluruh platform VAC. VAC memberi ruang untuk memberikan jenis branding yang lebih interaktif. Seluruh pengalaman virtual yang dialami seorang kandidat dapat dirancang agar sesuai dengan employer branding yang ingin disampaikan oleh perusahaan dengan cara yang jauh lebih impactful.

Baca Juga : Tips Ciptakan Lingkungan Kerja yang Dapat Meningkatkan Produktivitas

2. Fungsionalitas Kandidat

Semakin mudah dan fleksibel kandidat untuk menjalankan fungsi dalam VAC Anda, maka akan semakin baik pengalaman yang mereka miliki. Lebih dari sekadar mengambil penilaian, platform VAC yang baik juga harus memperluas interaksi yang dapat dilakukan kandidat.

Misalnya, fitur komunikasi untuk secara langsung terhubung dengan rekruter, penjadwalan mandiri yang memberikan kebebasan ke kandidat untuk melakukan re-schedule dan mengurangi effort dari HR untuk melakukannya, chatbots untuk penyelesaian masalah yang cepat, dan lain-lain. Idenya di sini adalah, semakin banyak fungsi ditempatkan di dalam VAC, lebih interaktif kandidat dengan platform dan pada saat yang sama menurunkan jumlah pekerjaan operasional yang harus dilakukan HR.

3. Aksesibilitas

• Apakah platform tersebut memerlukan penggunaan laptop dengan spesifikasi tertentu?
• Apakah akan ada kebutuhan untuk koneksi Internet yang kuat?
• Apakah kandidat perlu menginstal plug-in dan perangkat lunak lebih lanjut?

Mengajukan 3 pertanyaan ini dapat menentukan seberapa mudah akses platform VAC Anda. Aksesibilitas sangat penting untuk mencapai skala saat menggunakan VAC karena dapat memengaruhi angka-angka penting seperti tingkat kesalahan, tingkat penyelesaian dan tingkat turnover.

Memahami demografi kandidat Anda juga akan memberi Anda gambaran tentang seberapa mudah kandidat tersebut dapat mengakses platform VAC yang Anda gunakan. Semakin beragam usia dan lokasi geografis serta demografi Anda, semakin besar pengaruh aksesibilitas terhadap keseluruhan pengalaman.

Manfaatkan Big Data

“Anda dapat memiliki data tanpa informasi, tetapi Anda tidak dapat memiliki informasi tanpa data”

Salah satu fitur paling kuat yang akan memisahkan AC dari AC virtual adalah kemampuan untuk memanfaatkan data dengan cara yang benar-benar baru. Satu-satunya data yang diambil dari AC adalah skor yang digunakan untuk menilai kandidat saja. Dalam virtualisasi, data juga dapat berfungsi dalam meningkatkan proses AC Anda secara keseluruhan dengan mengoptimalkan 3 area utama di bawah ini:

1. Speed

Dengan data, semuanya menjadi lebih cepat di VAC mulai dari penilaian instan saat prosesnya berlangsung, hingga laporan bakat instan yang dapat diproses dengan lebih efektif dan efisien. Bahkan proses interview-nya dapat dipersingkat karena didorong oleh data. Keputusan dibuat lebih cepat dan karenanya penilaian akhir yang dihasilkan akan menjadi lebih scalable.

2. Accuracy

Memanfaatkan data juga dapat membantu Anda meningkatkan keakuratan dalam keseluruhan proses VAC yang dilakukan. Akurasi yang lebih baik juga dapat dilakukan dengan menggabungkan beberapa data untuk meningkatkan validitas tools itu sendiri, sehingga output yang dihasilkan juga lebih akurat. VAC juga mengurangi adanya kemungkinan bias dalam prosesnya.

3. Wallet Friendly

Dalam memanfaatkan data dan mencapai kecepatan, akurasi dan skalabilitas, VAC mampu mendobrak batasan biaya AC yang cenderung membutuhkan biaya yang lebih banyak dengan membuat solusi wallet friendly yang sangat efisien dan efisien untuk mengurangi cost-per-hire dalam setiap perekrutan.


Dapat disimpulkan bahwa Virtual Assessment Center (VAC) merupakan solusi yang dapat meningkatkan quality-per-hire dan mengurangi kemungkinan terjadinya bad hiring dalam proses rekrutmen. Dengan VAC, pengambilan keputusan dalam mempekerjakan kandidat akan semakin akurat karena adanya data yang mendukung hasil akhir dalam prosesnya.

Buat keputusan seleksi dan suksesi karyawan dengan lebih akurat dari jarak jauh sekalipun dengan Talentics. Bersama Talentics, Anda dapat menilai serta mengidentifikasi kompetensi dan area pengembangan kandidat secara instan dengan tidak terbatas lokasi untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan perusahaan Anda. Menilai kompetensi dan area pengembangan kandidat dan talenta di perusahaan Anda lebih lengkap dan akurat dengan dukungan uji coba dashboard gratis.

Article Editor: Nadia Fernanda

(Images by Shutterstock)

Author

Written by Rahma Yulita Head of Content and Media