Talentics Blog

Tren, Wawasan, dan Opini seputar HR & People Analytics

Case Study

Talentics Insight: Siapkah Fresh Graduate dengan Dunia Kerja?

07 Jan 2023 Luqman Hafidz

Seringkali praktisi HR dihadapkan dengan dua pilihan yang cukup challenging. Merekrut posisi senior dengan budget yang lebih tinggi dengan asumsi mereka memiliki pengalaman dan lebih tahu seluk beluk industri, atau memilih kandidat fresh graduate berbekal pengalaman magang yang dan perlu dibimbing agar dapat berhemat anggaran karena memiliki potensi return of investment yang cukup tinggi apabila mendapatkan kandidat yang cemerlang. Artikel ini akan menganalisis sifat kelebihan dan kekurangan fresh graduate yang merupakan bagian dari Gen-Z dan cara menanggulanginya.

Siapa yang termasuk kategori Fresh Graduate?

Istilah fresh graduate digunakan untuk menggambarkan tenaga kerja yang baru saja lulus dari institusi pendidikan seperti universitas, perguruan tinggi, sekolah menengah atas, atau lembaga pendidikan lainnya dan baru akan memulai karier secara profesional. Fresh graduate umumnya dianggap sebagai individu yang telah menyelesaikan jenjang pendidikannya dalam kurun waktu dua tahun terakhir dan belum memiliki pengalaman bekerja secara profesional lebih dari program internship, meskipun pengertiannya bisa saja bervariasi tergantung pada konteks dan persyaratan khusus dari sebuah pekerjaan atau perusahaan. Apabila dilhat dari rentang umur,  kebanyakan dari fresh graduate adalah mereka yang termasuk kedalam Gen-Z.

Baca juga: Talentics Insight: Analisis Tingkat Emosi Generasi Z di Dunia Kerja

Fresh Graduate Tidak Sembarang Menjawab “Yes”

Dari hasil General Competency Test yang diselenggarakan oleh praktisi Talentics, ditemukan bahwa tingkat agreeableness yang didefinisikan sebagai kecenderungan seseorang untuk mempertahankan hubungan interpersonal dengan menunjukkan sikap rendah hati, lembut, penuh kepercayaan, mengalah, dan tidak egois untuk para fresh graduate berada pada poin terendah dibandingkan mereka yang sudah memiliki pengalaman kerja.

 

Hal yang sama dapat dilihat dari chart lintas generasi yang menunjukan bahwa bahwa terjadi kemerosotan agreeableness dari poin 77 pada generasi X, turun pada poin 73 untuk generasi Y atau millenial, dan poin 70 saja untuk generasi Z.

Fresh Graduate Masih Idealis untuk Berkompromi

Salah satu penemuan lainnya yang menarik adalah informasi bahwa mereka yang baru saja menyelesaikan studi dan akan memulai karier masih perlu belajar berkompromi dari para senior yang sudah berpengalaman. Karena apabila dilihat dari pengalaman kerja, fresh graduate memiliki nilai rata-rata 63. Dibawah senior-seniornya yang berada pada poin 66, 68, dan 73.

Namun apabila dilihat secara generasi, ada fakta yang terbalik yang menyatakan bahwa sebenarnya Generasi Z lebih mudah berkompromi dibanding generasi diatasnya. Riset lebih dalam mengenai korelasi dan kausalitas pada poin compliance ini perlu dilakukan agar potensi fresh graduate dari Gen-Z ini dapat dimaksimalkan secara profesional dalam berkompromi dalam dunia kerja.

Fresh Graduate Butuh Bukti untuk Percaya

Apabila dilihat dari kacamata pengalaman bekerja, tingkat kepercayaan fresh graduate berada pada poin 71 yang berarti 2-4 poin lebih rendah dibanding mereka yang telah memiliki pengalaman bekerja. Namun hal ini bukan berarti akhir dari segalanya, dengan memiliki pengalaman bekerja meskipun kurang dari satu tahun, tingkat kepercayan akan sedikit demi sedikit merangkak ke poin 73.

Perusahaan perlu memberikan bukti nyata kepada para fresh graduate bahwa pihak manajemen merupakan para profesional yang dapat membimbing serta memberikan jenjang karier yang jelas. Hal ini penting agar para fresh graduate yang baru memulai kariernya dapat memupuk kepercayaan dan berperan aktif untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan.

6 Langkah Strategis Merekrut dan Mempertahankan Fresh Graduate

Setelah mengetahui keunggulan dan perbedaan para fresh graduate yang berasal dari Generasi Z, berikut adalah langkah-langkah strategis untuk merekrut dan mempertahankan mereka pada perusahaan agar kepercayaan bisa terus bertumbuh.

  1. Manfaatkan platform media sosial dan website rekrutmen online untuk menarik kandidat Gen Z: Gen Z adalah generasi yang sangat connected dan menjadi bagian aktif di media sosial sejak mereka lahir, menjadi penting bagi perusahaan untuk memiliki keberadaan online yang kuat dan menggunakan platform seperti LinkedIn dan Instagram sebagai media untuk mencari atau menghubungi calon kandidat.
  2. Lakuan Tes yang Komprehensif: Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Memiliki data hasil tes potensi setiap kandidat karyawan lengkap sampai kondisi emosional yang tanpa bias tentunya bisa menjadi pencegahan agar tidak merekrut kandidat yang sulit untuk berkompromi dan susah memiliki rasa percaya kepada perusahaan.
  3. Tawarkan Work Life Balance: Gen Z menghargai fleksibilitas dan WLB baik, sehingga penting bagi perusahaan untuk memberikan pilihan seperti remote working apabila memungkinkan dan jadwal kerja yang fleksibel agar dapat mempertahankan talenta terbaik.
  4. Upayakan Pengembangan karier: Gen Z cukup ambisius dan ingin belajar terus menerus dalam perjalanan kariernya, sehingga penting bagi perusahaan untuk menawarkan peluang untuk pengembangan profesional dan karier yang lebih baik agar dapat memotivasi dan mempertahankan karyawan.
  5. Ciptakan Budaya kerja dan perusahaan yang positif: Gen Z menghargai keberagaman dan inklusivitas, sehingga penting bagi perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif dan ramah yang menghargai dan menghormati semua karyawan.
  6. Berikan Compensation and Benefit yang menarik: Gen Z menghargai stabilitas dan keamanan finansial, sehingga penting bagi perusahaan untuk menawarkan imbalan yang kompetitif dan paket manfaat yang komprehensif agar dapat menarik dan mempertahankan talenta terbaik.

Baca juga: 7 Strategi Merancang Compensation and Benefit yang Menarik

Dengan segala kelebihan dan kekurangnnya, menyelesaikan jenjang pendidikan adalah salah satu tanda para fresh graduate telah siap untuk memasuki dunia kerja, namun perlu ada upaya untuk merekrut kandidat terbaik dan strategi yang matang untuk mempertahankan talent terbaik tersebut.

Sumber:

Dollar and Sense SG

Hive Life

Kortivity

Tech in Asia

Yelo

Author

Written by Luqman Hafidz

Related Posts

No related post