Talentics Blog

Tren, Wawasan, dan Opini seputar HR & People Analytics

HR & Media

3 Langkah Mencegah dan Menanggulangi PHK bagi perusahaan dan Divisi HR

17 Nov 2022 Luqman Hafidz

Badai PHK tengah terjadi di banyak perusahaan di Indonesia, mulai dari start-up sampai dengan perusahaan yang telah puluhan tahun melakukan operasional. Alasannnya pun bermacam-macam, mulai dari pasar yang lesu, efisiensi perusahaan, sampai penutupan beberapa lini divisi yang belum mencetak revenue bagi laporan keuangan perusahaan. Divisi Human Resource sebagai penghubung antara karyawan dan manajemen perlu besiap-siaga untuk mencegah dan menanggulangi jikalau hal yang tidak diharapkan ini harus menjadi keputusan bersama.

Apa Itu PHK?

Menurut laman resmi dari Kemendikbud, Pemutusan Hubungan Kerja merupakan pengakhiran hubungan kerja karena hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja dan pengusaha. Hal-hal yang menjadi kewajiban dan hak kedua belah pihak telah diatur dalam Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 ihwal Cipta Kerja mulai pasal 151.

Artikel ini akan membahas lebih dalam langkah-langkah mencegah dan menanggulangi PHK bagi perushaan, khususnya divisi HR.

3 Langkah Mencegah PHK

Senada dengan apa yang dituliskan pada pasal 151 UU Cipta Kerja bahwa PHK adalah upaya terkahir untuk penyelamatan perusahaan, dapat dicermati bahwa perusahaan harus melakukan langkah-langkah pencegahan strategis sebelum mengambil keputusan akhir PHK. Langkah pencegahan ini terbaik dalam tiga periode waktu yakni pendek, menengah, dan panjang.

1. Pencegahan Jangka Pendek

Menurut Iveybusinessjournal, Pencegahan jangka pendek akan berdampak pada operasional bisnis sampai dengan enam bulan. Langkah-langkah yang dapat dilakukan pada hal ini diantaranya melakukan freeze-hiring, memotong biaya lembur atau meniadakan lembur sama sekali, serta melakukan efisiensi biaya-biaya subscription karyawan yang tidak esensial.

Langkah-langkah strategis ini dapat dilakukan sebagai pencegahan jangka pendek dengan memotong biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan. Dampaknya, perusahaan memiliki keluangan lebih untuk alokasi budget pada lini lain yang penting.

2. Pencegahan Jangka Menengah

Pencegahan jangka menengah akan dapat dilakukan apabila telah dirasakannya penurunan keuangan perusahaan selama 6-12 buln terakhir. Tentunya langkah-langkah strategis pencegahan pada bagian ini hanya dilakukan setelah melakukan pencegahan jangka pendek telah dilakukan, namun pihak manajemen masih merasa perlu melakukan efisiensi.

Beberapa hal yang dapat dilakukan pada pencegahan jangka menengah adalah penundaan kenaikan gaji, pemotongan gaji, sampai dengan penawaran cuti jangka panjang.

3. Pencegahan Jangka Panjang

Pencegahan jangka panjang merupakan hal yang hanya perlu dilakukan apabila tidak ada perbaikan kondisi ekonomi setelah satu tahun lebih masa lesunya bisnis perusahaan. Langkah yang dapat dilakukan adalah penawaran pensiun dini dengan keuntungan-keuntungan tertentu yang akan membuat karyawan tertarik untuk mengambilnya tanpa perlu melakukan PHK secara masal.

3 Langkah Menanggulangi PHK

Meksipun telah dilakukan pencegahan, selalu ada faktor ‘x’ yang sulit untuk diprediksi sehingga PHK tidak dapat dihindari. Hal ini banyak ditakutkan namun dapat membawa dampak-dampak positif bagi perusahaan apabila ditangani secara baik. Efeknya kan dirasakan oleh perusahaan terutama ketika keadaan ekonomi berangsur membaik dan semua pihak memilikli peluang untuk bounce back.

Hal yang perlu menjadi fokus utama perusahaan, khususnya para pegawai divisi HR adalah memastikan semua karyawan yang tidak terdampak PHK dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki meskipun pengurangan manpower telah dieksekusi.

1. Fokus pada Investasi dan Pengembangan

Beban kerja dan tanggung jawab setiap karyawan yang tidak terdampak akan bertambah karena adanya pengurangan SDM setelah terjadinya PHK, bahan seringnya tanpa kenaikan gaji maupun kenaikan jabatan. Memberikan lebih banyak tanggung jawab pada karyawan tanpa ada pengembangan kemampuan akan berdampak buruk, karena karyawan dapat merasa terbebani dan burn-out.

Hal yang dapat dilakukan perusahaan adalah memastikan tersedianya training, kursus, dan mentoring yang lebih terstruktur untuk menjaga karyawan dengan performa terbaik untuk terus belajar dan mempertajam kemampuannya.

2. Jalur Kenaikan Jabatan yang Terstruktur dan Jelas

Memberikan sosialisasi pathway kenaikan jabatan yang terstruktur dan jelas merupakan hal penting sebagai upaya menjaga etos kerja karyawan yang tidak terdampak PHK tetap tinggi. Dengan ekspektasi yang telah diketahui semua pihak, para karyawan akan dengan sendirinya melakukan upgrade diri agar mencapai level tersebut, investasi yang dilakukan pada poin pertama akan berjalan secara efisien dan pemulihan kondisi  prima perusahaan akan semakin cepat tercapai.

3. Bersiap untuk Pemulihan Ekonomi

Krisis dan resesi tidak akan terjadi selamanya. Indonesia sempat mengalami salah satu krisis terdahsyat pada tahun 1997-1998 namun dapat kembali bangkit sampai pada penghujung tahun 2022 menjadi tuan rumah acara G20, dimana 20 negara paling berpengaruh di dunia melakukan perhelatan untuk membahas langkah-langkah strategis di bidang ekonomi yang perlu dilakukan untuk menjaga kestabilan ekonomi, mitigasi perubahan iklim, sampai dengan pengembangan dunia yang menjunjung sustainibility.

Fokus pada langkah-langkah strategis yang dapat diakukan dan memberi treatment terbaik pada karyawan adalah dua hal yang dapat dilakukan untuk menjaga reputasi perusahaan. Reputasi yang baik akan mengundang kandidat terbaik untuk melamar pada perusahaan dan berkontibusi untuk memberi dampak positif bagi banyak pihak.

Persiapkan perusahaan anda dari krisis dan resesi dengan merekrut dan mensortir karyawan terbaik menggunakan platform Talentics.id.

Baca juga: Predictive Hiring: Masa Depan Proses Rekrutmen Perusahaan Anda

 

Sumber:

Kemendikbud

IveyBusinessJournal

HRSG

bpk.go.id

Author

Written by Luqman Hafidz

Related Posts

No related post