Talentics Blog

Tren, Wawasan, dan Opini seputar HR & People Analytics

Recruitment and Employer Branding

Bagaimana Cara Mengenali Potensi Leadership Kandidat?

15 Mar 2021 Rahma Yulita

Kompetensi kepemimpinan (leadership) adalah keterampilan dan perilaku kepemimpinan yang berkontribusi pada kinerja yang unggul untuk mencapai tujuan perusahaan dengan lebih maksimal. Menggunakan pendekatan berbasis kompetensi untuk kepemimpinan, organisasi dapat mengidentifikasi dan mengembangkan generasi pemimpin mereka dengan lebih baik yang sesuai dengan ekspektasi perusahaan. Hal ini bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan, karena setiap orang memiliki kompetensi masing-masing yang perlu digali dan dikembangkan agar kompetensi tersebut berguna untuk suatu job/role.

Saat memilih dan mengembangkan pemimpin di perusahaan, HR profesional harus mempertimbangkan kompetensi yang dimiliki oleh pemimpin tersebut dan membandingkannya dengan kompetensi lain yang masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut agar pemimpin dapat sukses dalam peran kepemimpinannya. Dengan melihat kompetensi mereka saat ini dan membandingkannya dengan keterampilan yang diperlukan untuk mengisi posisi kepemimpinan dengan lebih maksimal, perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih tepat dalam merekrut, mengembangkan, dan mempromosikan pemimpin tersebut.

Fokus pada kompetensi kepemimpinan dan pengembangan keterampilan mendorong kepemimpinan yang lebih baik dalam menjalankan tugas-tugasnya. Namun, keterampilan yang dibutuhkan untuk posisi tertentu dapat berubah tergantung pada tingkat kepemimpinan tertentu dalam organisasi. Dengan menggunakan pendekatan kompetensi, organisasi dapat menentukan posisi dan di level mana yang membutuhkan kompetensi tertentu.

Baca Juga : Mengenal Kompetensi Leadership dan Pengaruhnya di Lingkungan Kerja

Tidak semua kandidat hadir dengan kompetensi yang dibutuhkan, tetapi kompetensi itu dapat dilatih dan ditemukan dengan beberapa cara. Ada kandidat yang memang sudah hadir dengan kompetensi yang dibutuhkan, namun itu tidak menjadi kunci bahwa kandidat tersebut adalah kandidat yang cocok untuk menjadi calon leader di perusahaan Anda. Sebelum Anda menentukan kandidat mana yang paling cocok untuk menjadi calon leader di perusahaan, Anda harus mengenali dulu beberapa kompetensi leadership yang dibutuhkan agar seorang pemimpin dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Seperti yang telah dibahas dalam artikel sebelumnya, ada 5 kompetensi penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, yaitu:

  • Planning
  • Decision Making
  • Influencing
  • Change Oriented
  • Strong Communication

Namun, bagaimana cara mengidentifikasi kompetensi-kompetensi tersebut dari seorang kandidat? Disinilah tantangannya.

Memang tidak mudah untuk menemukan kompetensi yang dimiliki oleh kandidat karena biasanya kompetensi tersebut tidak tertulis secara langsung di dalam CV/Resume mereka. Hal ini bagaikan Anda mencari ‘jarum di dalam jerami’, dimana Anda harus menjadi sangat agile agar bisa menggali kompetensi kandidat agar mengurangi terjadinya bad hiring ketika perusahaan Anda ingin merekrut seorang leader.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengenali dan mengidentifikasi kompetensi dari kandidat secara umum. Sebagai seorang HR, Anda mungkin telah familiar dengan cara-cara tersebut, namun kemungkinan masih ada sebagian dari Anda yang belum memaksimalkan cara tersebut. Berikut inilah cara-caranya:

1. Assessment

Menghadirkan asesmen sebagai bagian dari proses rekrutmen bukanlah hal baru dalam dunia HR. Bahkan, tahap asesmen dapat dikatakan menjadi salah satu tahap rekrutmen yang paling berpengaruh. Menurut research LinkedIn 2019, 57% recruiter profesional memilih untuk menggunakan asesmen dalam menggali kemampuan kandidat (hard skill & soft skill), dan 60% dari mereka yakin bahwa asesmen akan membuat dampak besar untuk proses pemilihan kandidat dalam lima tahun ke depan.

Dilansir dari Workable, hal ini diperkuat karena asesmen memberikan indikasi tentang apakah kandidat akan mampu untuk melakukan pekerjaan yang dibutuhkan, dan juga apakah kandidat akan cocok dengan budaya dan tim yang ada di perusahaan Anda. Dengan menggunakan asesmen, Anda akan dapat dengan mudah mengerucutkan kandidat dalam jumlah besar menjadi grup kecil dengan kualitas yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda.

Dengan begitu, Anda akan lebih mudah mendapatkan wawasan tentang keterampilan para kandidat yang sebelumnya tidak tertulis di dalam CV/Resume mereka, dan proses rekrutmen pun akan menjadi jauh lebih efisien dalam banyak sisi meliputi cost-per-hire, quality-per-hire, dan time-to-hire.

Dapat disimpulkan bahwa asesmen merupakan cara yang paling sesuai untuk mengenali kompetensi leadership seorang kandidat, baik dalam proses rekrutmen ataupun evaluasi. Tidak hanya itu, dengan berbagai macam asesmen yang tersedia, Anda dapat memilih asesmen apa yang paling sesuai untuk mengidentifikasi kompetensi leadership kandidat.

Ruang gerak kandidat tidak akan terbatasi dengan asesmen, sebaliknya mereka dapat mengeksplor kompetensi di dalam diri mereka dengan lebih baik. Banyak kandidat yang merasa baru menemukan skill mereka dengan asesmen, tentu hal ini akan menguntungkan Anda dan juga kandidat yang memiliki aspirasi menjadi calon pemimpin di perusahaan Anda.

2. Wawancara

Wawancara (interview) adalah kegiatan tanya-jawab secara lisan untuk memperoleh informasi yang biasanya dilakukan ketika lebih personal. Bentuk informasi yang diperoleh dinyatakan dalam tulisan, atau direkam secara audio, visual, atau audio visual. Pelaksanaan wawancara dapat bersifat langsung maupun tidak langsung. wawancara biasanya sangat familiar dengan kegiatan dalam proses rekrutmen dimana HR pasti akan melakukan proses wawancara untuk mengenali kandidat dengan lebih baik.

Dalam proses wawancara, Anda dapat menggali secara mendalam mengenai kandidat yang sedang diproses. Biasanya seorang kandidat akan terlihat bagaimana cara mereka berkomunikasi dengan orang lain dari proses wawancara yang mereka jalani. Informasi yang diperoleh dalam proses wawancara tidak selalu sama dengan apa yang telah ditulis dalam CV/Resume, disinilah peran Anda sebagai HR penting untuk menggali informasi out of the box yang dapat membantu Anda mengidentifikasi kandidat dengan lebih baik.

Namun, perlu Anda garis bawahi bahwa tidak jarang banyak kandidat dengan kompetensi mumpuni yang memiliki kesulitan untuk mengekspresikan diri mereka saat wawancara karena merasa gugup, khawatir, dan malu. Maka dari itu, buatlah sesi wawancara yang sekomprehensif mungkin dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan kompetensi yang ingin digali lebih dalam, baik yang didasari oleh hasil asesmen ataupun apa yang tertera atau tersirat dalam CV/resume kandidat.

Baca Juga : Do’s and Don’ts Employer Branding di Sosial Media

Misalnya, Kandidat menuliskan di CV-nya bahwa ia memiliki pengalaman sebagai ketua organisasi, dan hasil asesmen menunjukkan bahwa ia memiliki skor yang cukup dalam 5 kompetensi leadership yang dibutuhkan. Untuk membuktikan dan memvalidasi kedua informasi tersebut, ajukan pertanyaan wawancara terkait pengalaman kandidat terkait sesuai dengan kompetensi yang ingin Anda gali. Dengan begitu, Anda bisa melihat potensi leadership kandidat dengan lebih jelas dan konkret.

3. Focus Group Discussion

Seorang leader adalah orang yang akan mengepalai banyak anggota di dalam timnya kelak, maka dari itu Anda dapat melakukan kegiatan Focus Group Discussion atau yang biasa dikenal dengan istilah FGD. Kegiatan FGD adalah diskusi terfokus dari suatu grup untuk membahas suatu masalah tertentu, dalam suasana informal dan santai. Untuk mengetahui bagaimana seorang kandidat mengatur anggota timnya, kegiatan FGD ini dapat dikatakan bisa menjadi cara yang paling efektif karena kandidat akan berada dalam simulasi nyata dengan orang-orang yang nyata juga.

Caranya adalah seperti role playing, dimana Anda bisa memberikan suatu kasus atau masalah kepada kandidat dan membiarkan kandidat bertindak seolah-olah dirinya adalah seorang pemimpin yang sebenarnya dalam grup yang Anda siapkan. Dengan cara ini, Anda tidak hanya akan bisa melihat kompetensi strong communication dari kandidat, tetapi Anda juga akan menemukan kompetensi-kompetensi lainnya yang sama pentingnya dengan komunikasi.

4. Virtual Assessment Center (VAC)

Virtual Assessment Center (VAC) adalah proses yang ketat dan kompleks untuk menilai perilaku kandidat dan menemukan kecocokan kandidat untuk suatu peran. VAC dirancang dan dilakukan oleh praktisi HR dan psikolog profesional, dan VAC umumnya dapat digunakan untuk menilai dan mengevaluasi peran apa pun di tingkat manajerial.

Virtual Assessment Center (VAC) menjadi salah satu tool yang populer pada saat ini. Dengan berubahnya lanskap rekrutmen dari offline menjadi online dimana proses rekrutmen memanfaatkan teknologi digital, HR  terdorong untuk menjadi lebih agile dalam melaksanakan tugasnya merekrut kandidat terbaik untuk perusahaan, khususnya untuk posisi manajerial.

Virtual Assessment Center (AC) terdiri dari beberapa aktivitas yang dijalankan sepanjang hari, dan dirancang untuk menguji bagaimana kandidat menghadapi situasi terkait pekerjaan. Aktivitas yang dimaksud disini adalah aktivitas seperti presentasi, latihan in-tray, tes psikometri, studi kasus, dan latihan kelompok.


Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk mengenali dan mengidentifikasi kompetensi leadership dari kandidat potensial. Dengan mengenali kompetensi leadership kandidat, Anda bisa mengetahui kecocokan kandidat dengan posisi yang akan ia jalani nantinya. Talentics Online Assesment menawarkan fitur asesmen dengan teknologi dan alat ukur terbaik, untuk membantu meningkatkan kinerja bisnis melalui analisa mendalam terkait kinerja talenta dan calon talenta Anda. Buat keputusan seleksi dan suksesi karyawan dengan lebih akurat dari jarak jauh sekalipun. Ikuti uji coba dashboard gratisnya sekarang.

Article Editor: Nadia Fernanda

(Images by Shutterstock)

Author

Written by Rahma Yulita Head of Content and Media