Talentics Blog

Tren, Wawasan, dan Opini seputar HR & People Analytics

Recruitment and Employer Branding

Cara Efektif untuk Menciptakan Candidate Experience yang Baik

14 Jul 2020 Rahma Yulita

Berbicara tentang candidate experience, kita semua pasti memahami bahwa candidate experience merupakan salah satu elemen penting dalam rekrutmen. Mengapa demikian? Menurut penelitian, 60% kandidat mengalami experience buruk terhadap suatu perusahaan ketika melamar pekerjaan baru, dan 72% dari mereka memilih untuk membagikan bad experience tersebut kepada orang lain melalui beberapa medium seperti media sosial, words of mouth, dan lainnya.

Jika hal seperti ini terjadi tentu saja akan merugikan reputasi perusahaan. Maka dari itu, candidate experience menjadi hal yang sangat penting dalam proses rekrutmen. Namun, untuk membangun candidate experience yang baik dan layak perlu beberapa penyesuaian yang membutuhkan ketelitian.

Rekruter harus memikirkan setiap tahapan dalam proses rekrutmen dengan sebaik-baiknya tanpa ada satupun yang terlewat dari kacamata kandidat; mulai dari langkah awal mereka menemukan iklan pekerjaan, membaca review mengenai perusahaan Anda, mengisi formulir atau mengirimkan CV/Resume untuk melamar ke posisi tersebut, hingga proses-proses selanjutnya sampai kandidat tersebut hired atau tidak.

Baca Juga : Menciptakan Budaya Perusahaan yang Etis dengan Assessment

Di zaman sekarang ini, kandidat justru akan mencari lebih banyak review tentang suatu perusahaan dari karyawan yang masih bekerja atau pun yang pernah bekerja disana. “Real experience matters”, istilah ini menjadi penting terutama untuk generasi Milenial dan gen Z. Namun, candidate experience disini yang dimaksud adalah pengalaman yang didapatkan sejak awal proses rekrutmen. Kandidat yang mendapatkan experience baik selama proses rekrutmen, cenderung akan mencoba melamar lagi ke perusahaan tersebut walaupun sudah gagal di kesempatan pertama.

Candidate experience yang baik sangat penting untuk memenangkan talent war. Cara terbaik untuk menciptakan candidate experience yang baik adalah dengan memberikan positive experience yang nyata kepada para kandidat selama proses rekrutmen tanpa membiarkan kandidat tersebut tanpa kejelasan selama proses rekrutmen berlangsung. Contoh yang paling mudah seperti selalu memberikan update mengenai kelanjutan lamarannya, dengan begini akan membuat kandidat memiliki positive thoughts tentang perusahaan Anda.

Selain itu, membangun candidate experience dapat dilakukan dengan beberapa cara lainnya. Beberapa cara berikut ini dapat Anda lakukan untuk membuat kandidat tidak hanya menghargai seluruh proses rekrutmen dan experience yang didapatkan, tetapi juga sangat menyukainya.

 

Inilah 5 cara untuk menbangun candidate experience yang baik dalam proses rekrutmen:

1. Memberikan introduction card

Ketika mengundang kandidat untuk proses wawancara, hendaknya rekruter memberikan introduction card atau resume singkat tentang proses wawancara tersebut. Mulai dari; 1). Profil singkat interviewer, 2). Waktu dan tanggal wawancara, 3). Apa saja yang perlu dipersiapkan, 4). Peraturan-peraturan pendukung lainnya.

Buatlah kandidat merasa memiliki informasi yang sangat lengkap sebelum melakukan proses wawancara, dan jangan sampai kandidat merasa kebingungan untuk melakukan proses wawancara tersebut. Undangan untuk menghadiri wawancara kerja idealnya dikirim melalui email resmi dan bersifat privasi. Dengan mengikuti prosedur yang layak, kandidat juga akan merasa dihargai dan experience-nya pun menjadi positif.

Selain itu, jika perusahaan Anda memiliki konten-konten yang berkaitan dengan tips & trick wawancara, akan lebih baik jika konten tersebut disematkan dalam email wawancara, sehingga kandidat dapat mempelajari bagaimana cara terbaik untuk mempersiapkan diri ketika ingin wawancara kerja.

 

2. Mengirimkan thank you note

Ketika mendapatkan respon dari kandidat, memberikan thank you note adalah salah satu cara terbaik untuk menunjukkan rasa terima kasih Anda kepada kandidat. Contohnya seperti: “Thank you for your application, best luck for you!”, hal seperti ini juga juga sebagai wujud komunikasi yang baik antara rekruter dengan kandidat, dan menunjukkan bahwa adanya engagement yang baik diantara mereka selama proses rekrutmen berlangsung.

Menurut penelitian, 60% kandidat berpikir komunikasi yang lebih baik akan meningkatkan experience mereka. Treatment yang simpel seperti ini nyatanya justru menjadi salah satu hal yang paling meninggalkan experience terhadap kandidat, maka dari itu, detail kecil seperti ini hendaknya lebih diperhatikan agar candidate experience yang didapatkan menjadi positif.

Baca Juga : 7 Recruiting Metrics yang Perlu Diperhatikan dan Cara Menghitungnya

 

3. Melakukan office tour

Jika Anda mewawancarai kandidat di kantor, jadwalkan beberapa waktu setelah wawancara untuk tur yang santai dan menyenangkan. Dengan cara ini, kandidat bisa melihat lebih jauh tentang perusahaan Anda dari segi culture. Hal ini juga penting untuk membuat kandidat merasakan experience yang tidak hanya didapatkan saat proses rekrutmen saja, tetapi juga experience lain yang sifatnya lebih personal.

Kandidat akan merasa sangat dihargai ketika rekruter memberikan kesempatan untuknya melihat-lihat sejenak bagaimana keadaan di dalam kantornya, bagaimana karyawan di sana bekerja, dan seperti apa culture di dalamnya.

 

4. Meningkatkan employer brand

Proses rekrutmen merupakan langkah paling awal bagi kandidat mengetahui tentang perusahaan Anda. Faktanya, banyak kandidat yang berpikir bahwa bagaimana mereka diperlakukan saat menjalani proses rekrutmen akan sama dengan bagaimana mereka diperlakukan begitu mereka diterima di suatu perusahaan.

Jadi, ketika Anda berhadapan dengan kandidat untuk proses rekrutmen, bukan hanya Anda yang memberikan penilaian untuk kandidat, kandidat tersebut juga melakukan hal yang sama ke perusahaan Anda. Jika proses tersebut berjalan dengan baik, tentu akan meningkatkan employer brand Anda.

Namun, bukan hanya experience dari kandidat yang dapat meningkatkan employer brand Anda, tetapi Anda bisa melakukannya terlebih dahulu sehingga kandidat akan memiliki first impression yang baik dan positif sejak awal melihat profil perusahaan Anda.

 

5. Memaksimalkan penggunaan teknologi

Dengan memaksimalkan penggunaan teknologi dalam setiap proses rekrutmen, kandidat akan merasa proses rekrutmen berjalan dengan lebih efektif dan efisien. Seperti misalnya, proses wawancara kerja yang dilakukan secara online, atau assessment yang diberikan secara online juga.

Memanfaatkan online assessment selain dapat menghemat waktu dan tenaga, juga dapat memberikan hasil yang lebih akurat kepada kandidat, karena biasanya online assessment sudah dilengkapi dengan AI (Artifical Intelligence), sehingga hasilnya akan berupa data-data.

Talentics merupakan platform online assessment yang cocok untuk  dimasukkan ke daftar list Anda. Dengan menggunakan teknologi dan alat ukur terbaik, Talentics hadir sebagai solusi bakat end-to-end yang memanfaatkan People Data dan Analytics. Dengan hasil assessment yang validitasnya akurat dan cepat, Talentics dapat membantu mempercepat proses rekrutmen hingga 72%.

Mari wujudkan proses rekrutmen yang lebih efisien dengan Talentics!

Author

Written by Rahma Yulita Head of Content and Media