Talentics Blog

Tren, Wawasan, dan Opini seputar HR & People Analytics

Talent Assessment and Selection

Kiat Merekrut dan Mempertahankan Talenta Terbaik di Perusahaan

19 Aug 2020 Asis Budhi

Setiap perusahaan pasti ingin mendapatkan sekaligus mempertahankan talenta terbaik. Namun, persaingan di pasar kerja sangat ketat. Bukan perkara yang mudah bagi Tim HR untuk bisa merekrut hingga menjaga talenta berkualitas untuk terus bertahan di perusahannya.

Tantangan sudah dimulai dari proses rekrutmen yang menjadi langkah awal. Proses rekrutmen mungkin terlihat tidak begitu sulit, namun menjalankannya tidaklah mudah. Hasil riset Society for Human Resource Management (SHRM) pada 2016 menyatakan bahwa 68% Human Resources (HR) mengaku kesulitan dalam menjalankan proses perekrutan.

Persaingan ketat dengan pihak lain semakin mempersulit perekrutan talenta terbaik, talent war menjadi lebih sengit dengan adanya persaingan dengan kompetitor. Hasil riset SHRM juga memperlihatkan bahwa saat merekrut, 49% HR merasa terganggu oleh kompetitor.

Ketika sudah berhasil, mempertahankan talenta di perusahaan menjadi tantangan baru. Terlebih lagi, saat ini generasi Milenial dan generasi Z sudah mulai memenuhi pasar kerja. Generasi ini dikenal dengan generasi ‘kutu loncat’ atau generasi yang senang berpindah-pindah kerja. Data yang dirilis Gallup pada 2019 menyatakan bahwa 60% generasi Milenial selalu membuka diri untuk kesempatan kerja di tempat lain. 

Baca Juga : Data, Mesin, dan Sistem Sebagai Penunjang Emotional Intelligence

Hal ini jelas menjadi tantangan berat bagi Tim HR. Meski begitu, ada sejumlah langkah yang dapat diambil untuk menggaet dan mempertahankan talenta terbaik. Inilah Berikut adalah beberapa rekomendasinya:

Mempersiapkan Suasana kerja yang Mendukung

Saat ini, suasana kerja sering menjadi salah satu faktor penentu bagi kandidat dalam memilih tempat bekerja. Mereka mempertimbangkan beberapa hal mulai dari fleksibilitas jam kerja, kemungkinan kerja dari rumah, hingga fasilitas di kantor seperti keberadaan ruang hiburan atau kesempatan berolahraga.

Kandidat akan melihat beberapa hal tersebut terlebih dulu sebelum akhirnya menentukan pilihan. Jika dirasa sesuai, barulah mereka akan memilih. Hal inilah yang harus diperhatikan oleh Tim HR. HR harus mampu mempersiapkan suasana kerja yang mendukung perekrutan dan keberadaan talenta-talenta terbaik.

Hal pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mencari tahu apa yang paling menarik bagi kandidat maupun karyawan. Temukan formulanya agar bisa diterapkan ke dalam perusahaan. Tentu saja hal itu dilakukan tanpa harus mengorbankan produktivitas kerja. Lalu, dalam proses rekrutmen, paparkan kondisi perusahaan secara jelas dan lengkap ke para kandidat. Dengan demikian, mereka akan tahu persis suasana yang akan mereka didapati ketika nantinya bekerja di perusahaan tersebut. Hal itu akan mempermudah kandidat dalam menentukan pilihan.

Siap Mengadopsi Perkembangan Teknologi

Teknologi berkembang begitu cepat. Konsekuensinya memunculkan banyak perubahan di segala sisi yang berdampak ke dunia kerja. Contoh mudah, pekerjaan customer service kini dapat digantikan oleh chatbot berbasis Artificial Intelligence.

Tim HR pasti juga ikut terpengaruh. Banyak teknologi yang kini dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan kandidat terbaik. Sebagai contoh Virtual Assessment Center yang disediakan oleh Talentics. Hal ini berguna sekali dalam membuat keputusan seleksi dan suksesi karyawan secara akurat. Bukan hanya itu, HR juga bisa menilai menilai potensi kandidat secara instan tanpa terbatas lokasi.

Dengan memanfaatkan fitur Virtual Assessment Centre Talentics, kandidat dapat merasakan simulasi kerja pada saat proses seleksi. Hasilnya pun dapat diperoleh dengan lengkap dalam waktu 48 jam dan bias-free, sehingga tidak perlu ragu akan adanya bias rekrutmen yang terjadi pada saat proses seleksi berlangsung. Simulasi kerja yang dihadirkan oleh Virtual Assessment Centre Talentics dapat dipersonifikasi sesuai dengan kebutuhan perusahaan, sehingga akan memudahkan perusahaan untuk menemukan talenta yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Baca Juga : Ketika Kompetensi Dipatahkan Demografi, Masih Zaman?

Teknologi seperti itu harus terus selalu diadopsi oleh HR. Jika tidak, HR kesempatan mendapat talenta terbaik bisa hilang.
Lalu untuk talenta terbaik di perusahaan, HR harus rutin mengembangkan kemampuannya. Hal ini dapat diwujudkan dengan memberikan beberapa pelatihan pemanfaatan teknologi terbaru. Jika karyawan merasa bisa berkembang di suatu perusahaan, maka karyawan akan loyal bekerja di perusahaan tersebut.
    
Tempatkan Unsur “Manusia” di HR

Kemajuan teknologi memang pesat. Namun, bukan berarti unsur sentuhan manusia dalam proses rekrutmen tidak penting lagi. Bagaimanapun, para kandidat dan talenta adalah pribadi unik yang membutuhkan sentuhan personal.

Tugas HR untuk selalu menempatkan dan menghadirkan sentuhan manusiawi di perusahaan. Contoh sederhana terkait hal tersebut adalah dengan mengidentifikasi harapan dan keinginan karyawan selama bekerja. Hal-hal yang sifatnya lebih personal dan menyentuh bagian emosional manusia tentunya sulit untuk digali oleh mesin. 

Setiap generasi memiliki preferensi berbeda. Misalnya selera generasi Milenial dan baby boomers pasti tidak sama. Maka, HR dituntut jeli dalam mengakomodasi semuanya. Lalu jadikan hasilnya untuk membuat daya tarik bagi para kandidat dan talenta terbaik.

Lakukan itu agar mampu merekrut dan mempertahankan talenta terbaik. Untuk lebih mempermudah, berbagai layanan Talentics sangat membantu. Seperti yang sudah disebutkan di atas, Virtual Assessment Centre menjadi salah satu pilihan terbaik untuk dilakukan dalam proses rekrutmen dengan mengalahkan keterbatasan tempat dan waktu menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, proses rekrutmen akan berjalan optimal untuk mendukung produktivitas perusahaan dengan lebih baik.

Author

Written by Asis Budhi Blog Writer