Talentics Blog

Tren, Wawasan, dan Opini seputar HR & People Analytics

Case Study

Talentics Insight: Perubahan “Value” Job Seeker 2021 vs 2022

20 Jan 2023 Luqman Hafidz

Perusahaan Badan Usaha Milik Negara memiliki core values yang terstandarisasi dengan nama AKHLAK yang merupakan singkatan dari amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Lantas bagaimana dengan para pekerja pada bidang swasta? Apakah ada perbedaan bagi para profesional yang bekerja di bidang swasta? Artikel ini akan membahas apa itu value dilengkapi dengan data perbedaan work value pada job seeker selama 2021 dan 2022.

Apa itu Value?

Value merupakan kata benda yang berasal dari Bahasa Inggris, secara harfiah definisinya adalah nilai. Namun, lebih dalam dari sekedar nilai, value dalam bidang pekerjaan didefinisikan sebagai keyakinan dalam diri individu yang berfungsi sebagai prinsip yang memandu, menuntun, dan mengarahkan individu serta menjadi pendorong dalam bekerja.

Mengetahui value bermanfaat untuk mengetahui diri sendiri, namun bagi para talent acquisition mengetahui work value seorang kandidat akan mempermudah untuk melihat kecocokan seorang kandidat dengan posisi yang dilamar serta company culture secara umum. Banyak hal yang terjadi selama tahun 2021 dan 2022, mulai dari semakin terkendalinya pandemi Covid19 dan tak terbendungnya layoff yang dilakukan oleh banyak perusahaan teknologi dan startup di Indonesia.

Baca juga: Catat 7 Tren Teknologi HR untuk Proses Rekrutmen 2023

Perbedaan Work Value 2021 vs 2022

Dari hasil work values test yang dilaksanakan secara online proctoring dimana setiap individu perlu menyelesaikan 65 butir soal dalam waktu maksimal 15 menit saja, didapatkan perubahan tren work value dari para jobseeker selama 48 bulan terakhir. Pergeseran tersebut adalah:

1.   Kepentingan Bersama dan Tradisi Selalu Menempati Posisi Teratas

Dari banyaknya hal yang terjadi pada tahun 2021 dan 2022, value universalism dan tradition tetap bertengger pada posisi satu dan dua secara berurutan. Universalism sendiri merupakan nilai yang didasari oleh motivasi untuk memahami, mengapresiasi, mentoleransi, dan melindungi kesejahteraan semua orang. Sedangkan Tradition adalah kepercayaan untuk mengutamakan penerimaan dan rasa hormat terhadap budaya perusahaan atau organisasi tempat individu tersebut bekerja. Selain penerimaan dan rasa hormat, individu dengan nilai tradition juga memprioritaskan loyalitas terhadap perusahaan atau organisasi. Loyalitas tersebut ditunjukkan melalui kepatuhan dan komitmen terhadap kultur dan tradisi perusahaan atau organisasi

2.   Value Terpenting Ketiga Berubah: Work Life Balance Digantikan Benevolence

2021 merupakan tahun dimana gaung work life balance cukup sering diperbincangkan di media sosial. Namun value “balance” tergantikan oleh value benevolence pada tahun 2022.

Value Balance merupakan penilaian individu untuk mengutamakan keseimbangan antara kehidupan pribadi dengan kehidupan kerja. Individu dengan value balance dapat menjaga keseimbangan tersebut dengan cara mengenali dan menjaga batasan-batasan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Batasan-batasan tersebut dapat berupa batasan perilaku, batasan waktu, dan batasan psikologis atau emosional

Benevolence merupakan nilai yang mengutamakan untuk menjaga hubungan dan meningkatkan kesejahteraan orang-orang yang sering melakukan kontak sosial. Dalam konteks kerja, individu dengan nilai ini mengutamakan peningkatan kualitas hubungan serta kesejahteraan dengan cara memberikan bantuan kepada rekan kerjanya. Contoh mudahnya dalam pekerjaan adalah membantu rekan kerja yang sedang mendapatkan load pekerjaan yang sangat banyak.

3.   Stabilitas, Status Sosial, dan Kepuasan Emosional Bukan Prioritas

Setelah mengetahui tiga nilai teratas yang menjadi work value para jobseeker di Indonesia, praktisi Talentics juga mendapatkan data bahwa ada tiga value terbawah yang tidak begitu menjadi acuan dalam bekerja secara profesional.

Posisi terbawah pada tahun 2021 dan 2022 ditempati oleh value security. Secara definisi security dalam bidang pekerjaan diartikan sebagai mengutamakan untuk berada pada lingkungan yang aman, harmonis, dan stabil.

Value Power mendapatkan posisi terendah kedua pada tahun 2021 namun turun menjadi posisi terendah ketiga pada 2022. Posisi ini merupakan kebalikan dari value enjoyment.

Power merupakan kepercayaan untuk mengutamakan status sosial, gengsi, kontrol, ataupun dominasi terhadap orang lain, khususnya rekan kerja adalah ciri-ciri orang yang memiliki nilai power pada alat ukur work values. Sedangkan value enjoyment cenderung diindikasikan dengan lebih memilih tugas, pekerjaan, dan aktivitas yang dapat memberi dirinya rasa puas dan senang karena mereka mengutamakan kesenangan dan kepuasan emosional.

Perubahan value yang terjadi tidak lepas dari perubahan pada dunia kerja selama dua tahun terakhir. 2021 Merupakan tahun dimana pandemi sudah mulai terkendali, sedangkan tahun 2022 merupakan tahun dimana banyak kantor yang kembali meminta para karyawannya kembali datang ke kantor baik secara hybrid maupun penuh. Tidak dapat dipungkiri mass layoff terjadi secara beruntun sejak awal 2022 sampai artikel ini diterbitkan merupakan hal yang cukup menakutkan. Penelitian lebih dalam untuk membuktikan korelasi dan kausalitas atas apa saja yang terjadi dengan perubahan value diperlukan untuk membuktikan premis ini.

Mengetahui tren perubahan work value merupakan salah satu dari banyak strategi untuk dapat mengetahui kecocokan para kandidat dengan company culture serta posisi yang dilamar.  Hal ini juga dapat membantu untuk memastikan bahwa calon karyawan akan termotivasi dalam bekerja sehari-hari, yang tentunya dapat meningkatkan kinerja dan kepuasan kerja.

Selain itu, memahami nilai-nilai calon karyawan juga dapat membantu untuk mengidentifikasi potensi area konflik atau ketidakcocokan dengan perusahaan atau tim, yang berfungsi sebagai tindakan preventif sebelum memberikan tawaran kerja. Pada akhirnya, mengevaluasi nilai kerja calon karyawan dapat membantu untuk meningkatkan kemungkinan proses rekrutmen yang sukses bagi baik calon karyawan maupun perusahaan.

Baca juga: Talentics Insight: Skills Digital Mindset Pencari Kerja Perlu Ditingkatkan untuk Persaingan 2023

 

Sumber:

KemenKeu

Indeed

Author

Written by Luqman Hafidz

Related Posts

No related post