Talentics Blog

Tren, Wawasan, dan Opini seputar HR & People Analytics

Recruitment and Employer Branding

Strategi Membangun Online Presence Bagi Perusahaan untuk Menarik Talenta Potensial

29 Jul 2021 Cynthia Astari

Penelitian Forbes tentang pengguna internet selama masa pandemi menunjukkan adanya peningkatan signifikan mencapai 70 persen. Platform streaming pun mendadak banyak penggemar dengan menerima kenaikan pengguna sebanyak 12 persen.

Sementara itu, 73,7 persen. dari total jumlah penduduk Indonesia, sebesar 274,9 juta jiwa, merupakan pengguna internet aktif. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 15,5 persen yaitu 27 juta jiwa dibandingkan tahun 2020 lalu, yang menjadikan total pengguna internet Indonesia pada awal tahun 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Angka ini diperkirakan terus meningkat seiring berjalannya waktu.

Berdasarkan statistik tersebut, potensi internet dalam mempengaruhi beragam lini kehidupan sangatlah besar. Tidak terkecuali dalam mengendalikan laju bisnis dan industri yang telah ada, termasuk dalam melakukan perekrutan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk membangun keberadaan mereka secara online.

online presence perusahaan

Penerapan digitalisasi dalam bisnis selama ini terbukti membantu para pelaku usaha maupun pemimpin perusahaan untuk mempertahankan usaha yang dijalani, terlebih ketika pandemi melanda.

Ketika pertemuan fisik dan aktivitas yang membutuhkan perjalanan tidak memungkinkan untuk dilakukan, perusahaan Anda perlu menemukan cara baru untuk berinteraksi dengan talenta potensial yang Anda harap dapat bekerja sama dengan perusahaan Anda. Metode komunikasi ini tentunya harus pula mengakomodasi kebutuhan perusahaan untuk menjalin kerja sama dengan vendor, partner bisnis, investor pemegang saham, dan masih banyak lagi.

Objektif utamanya adalah agar bisnis tetap berjalan dan bertahan.

Online presence merupakan salah satu jembatan perusahaan untuk meraih pihak eksternal, dalam hal ini termasuk talenta potensial yang menjadi target perusahaan. Online presence menjadi elemen penting bagi perusahaan yang ingin menjadi jawara di antara pesaing mereka.

Online presence sendiri merupakan sarana bagi perusahaan untuk melakukan employer branding, yang merupakan proses menyelaraskan nilai-nilai perusahaan dengan nilai-nilai dan pengalaman kerja talenta perusahaan. Pengalaman kerja yang positif akan berpengaruh pada kinerja perusahaan dan tentunya mempengaruhi pendapatan yang diperoleh.

Menurut survei Glassdoor, 73 persen talenta tidak akan melamar ke perusahaan yang tidak mementingkan nilai-nilai mereka. Persentase tersebut diperkirakan meningkat selama dan setelah pandemi Covid-19.

employer branding online presence perusahaan

Brand perusahaan Anda adalah citra eksternal yang menarik talenta potensial aktif dan mengubah talenta pasif menjadi pelamar. Brand mencakup dampak perusahaan Anda pada karyawan, pelanggan, dan masyarakat. Untuk menentukan brand perusahaan Anda, pahamilah visi, misi, dan nilai perusahaan. Seseorang juga dapat merujuk pada employer branding sebagai bagaimana perilaku perusahaan terhadap pihak internalnya sebelum menjangkau pihak eksternal--pelanggan, investor, dan pemangku kepentingan misalnya.

Brand perusahaan terbaik disuarakan secara konsisten di semua saluran komunikasi termasuk media sosial, dari mulut ke mulut, website perusahaan, hingga ke deskripsi pekerjaan masing-masing bidang. LinkedIn melaporkan bahwa perusahaan dengan employer branding yang baik menerima 50 persen lamaran lebih banyak, merekrut pada tingkat 1-2 kali lebih cepat, dan mengurangi biaya per perekrutan hingga 50 persen.

Dengan begitu banyak pilihan perusahaan yang tersedia, talenta terbaik dapat dengan mudah membuat keputusan cepat untuk meninggalkan bisnis Anda dan beralih ke pesaing. Terutama jika mereka merasa informasi pesaing lebih mudah diakses dari gawai yang mereka gunakan. Hal ini berarti, perusahaan dengan online presence yang memadai memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menjangkau talenta potensial.

Baca juga: Kiat Menjalankan Strategi Employer Branding di Masa Pandemi

Online Presence untuk Employer Branding vs Marketing

online presence untuk employer branding vs marketing

Singkatnya, employer branding perusahaan Anda adalah proses mendefinisikan brand Anda. Ini tentang memperjelas (secara internal dan eksternal) siapa Anda dan mengapa bisnis Anda adalah tempat yang tepat untuk bekerja.

Di sisi lain, online presence untuk marketing berfokus hanya pada pihak eksternal. Bagaimana mengkomunikasikan brand perusahaan secara eksternal.

Perbedaan kedua adalah bagaimana employer branding harus konsisten dan bersifat lebih kaku. Sementara online presence yang diperuntukkan kegiatan marketing sifatnya menyesuaikan perkembangan pasar. Employer branding didasarkan pada nilai-nilai dan visi misi perusahaan yang merupakan komitmen jangka panjang.

Sedangkan, perusahaan Anda perlu secara teratur mengubah upaya strategi marketing berdasarkan hasil yang Anda lihat. Melakukan A/B testing untuk melihat strategi marketing mana yang berhasil dan tidak, termasuk kaitannya dengan platform yang digunakan untuk membangun online presence perusahaan.

Kedua istilah ini tidak dapat dipisahkan dari satu sama lain. Perusahaan Anda perlu memahami bahwa employer branding adalah siapa Anda sebagai sebuah organisasi. Sedangkan marketing online presence dapat dibangun setelah employer branding terbentuk dengan baik. Dengan kata lain, employer branding membentuk online presence untuk kegiatan marketing perusahaan.

Baca juga: Pahami Employer Branding yang Vital untuk Menarik Kandidat Terbaik

Membangun Online Presence Perusahaan Anda

membangun online presence perusahaan

Para talenta pencari kerja saat ini memiliki lebih banyak pilihan pekerjaan daripada sebelumnya, mereka secara alami lebih selektif dalam memilih di mana mereka memutuskan bekerja. Untuk menarik talenta terbaik, perusahaan Anda perlu berinvestasi dalam membangun employer branding yang baik. Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai platform yang memfasilitasi kebutuhan online presence perusahaan.

Membangun online presence tidak dapat dilakukan dalam semalam. Perusahaan terlebih dahulu membuat rencana yang matang dan mengerahkan berbagai divisi untuk mengeksekusi rencana tersebut.

Cara untuk menentukan ini adalah dengan mempertimbangkan mengapa Anda ingin kehadiran perusahaan Anda diketahui oleh orang lain secara online. Dalam kasus ini Anda butuh talenta potensial yang menjadi target perusahaan untuk mengetahui keberadaan perusahaan Anda, memahami nilai-nilai dan budaya kerja yang berlangsung di dalamnya.

Pada dasarnya, ada dua strategi yang dapat diterapkan untuk membangun online presence, yaitu melalui pendekatan langsung dan tidak langsung.

Strategi pendekatan langsung menekankan pada penggunaan sistem yang dibuat langsung oleh perusahaan Anda. Kelebihannya adalah Anda dapat mengontrol seluruh konten dan mempromosikan brand perusahaan dengan leluasa. Namun dibalik kelebihannya, strategi ini tidak dapat digunakan oleh perusahaan perintis dan baru berdiri, karena membutuhkan sumber daya yang besar.

Sementara, strategi pendekatan tidak langsung lebih ramah digunakan oleh perusahaan baru, karena pada prinsipnya, strategi ini menggunakan sistem yang sudah ada atau pihak ketiga untuk mengeksekusi. Selain lebih murah secara material, tidak perlu penambahan sumber daya untuk mengelolanya. Namun kelemahannya, tentu akan ada kesepakatan bagi hasil dengan pihak ketiga atau sistem komisi yang berlaku. Perusahaan pun tidak dapat melakukan branding dengan bebas, karena terikat dengan ketentuan yang disepakati kedua belah pihak.

Jika perusahaan Anda sudah menentukan strategi mana yang lebih sesuai, maka kini Anda perlu memahami langkah-langkah membangun online presence dengan lebih seksama.

1. Evaluasi posisi perusahaan Anda di masyarakat

Anda bisa mulai dari dalam dengan melakukan survei terhadap karyawan yang bekerja saat ini. Gali sebanyak-banyaknya informasi tentang kepuasan, pendapat, perasaan, dan nilai yang didapat secara personal di samping gaji pada mereka. Kedua, melakukan jajak pendapat dengan pemangku kepentingan, investor, jajaran pimpinan perusahaan, untuk mengetahui sirkulasi pendapat dari kaca mata mereka tentang perusahaan Anda.

2. Tentukan objektif secara jelas

Target perusahaan Anda harus terperinci dan dapat diukur. Anda dapat menggunakan metode SMART dalam menentukan apa saja target yang ingin dicapai melalui online presence perusahaan. Dalam kasus ini berarti Anda perlu menentukan talenta seperti apa yang dibutuhkan oleh perusahaan? Berapa lama rekrutmen dilakukan? Posisi mana saja yang membutuhkan tenaga tambahan?

3. Pahami target talenta Anda

Kampanye perekrutan merupakan salah satu kegiatan yang pasti dilakukan oleh tiap perusahaan. Sebagai pemimpin perusahaan maupun praktisi HR sekalipun perlu memahami online presence diperuntukkan untuk siapa.

Misalnya dengan melihat bahwa talenta dari tiap generasi memiliki kebiasaan dan gaya hidup yang berbeda-beda. Misalnya, generasi Z lebih peka pada kemajuan teknologi, generasi Y tidak. Talenta dari generasi apa yang dibutuhkan perusahaan? Talenta dengan keterampilan apa yang dapat memenuhi kebutuhan perusahaan? Talenta dalam rentang usia berapa? Apakah gender menjadi esensial dalam perekrutan kali ini? Buatlah strategi online presence yang menarik bagi target audiens perusahaan Anda.

4. Tentukan platform yang sesuai dan akan digunakan

Mulailah dengan meninjau daftar platform yang disarankan pada banyak artikel di internet. Anda dapat pula menanyakan rekomendasi atau mengamati pelaku bisnis di bidang serupa. Siapkan daftar platform yang berpotensi cocok untuk perusahaan Anda.

Strategi membangun online presence dengan dengan pendekatan langsung dapat dilakukan dengan membuat situs resmi perusahaan (website), melakukan email nurturing terhadap talenta perusahaan yang sedang, pernah, maupun potensial dibutuhkan.

Jangan lupa optimalkan format konten dan buatlah halaman website yang responsif, baik secara front-end maupun back-end, agar pengunjung situs dapat mengakses website perusahaan Anda dengan mudah di beragam gawai yang dimiliki.

Anda pun perlu menyediakan halaman khusus yang menampilkan lowongan kerja pada perusahaan Anda. Integrasi teknologi semacam ini telah diberlakukan oleh perusahaan-perusahaan raksasa seperti Google, Amazon, Netflix, maupun yang terkenal di Indonesia seperti Tokopedia, sehingga talenta potensial dapat melamar langsung melalui website tanpa mengirimkan lamaran fisik.

Selanjutnya, pada strategi pendekatan tidak langsung, online presence Anda dapat dibangun dengan pemanfaatan media sosial, seperti yang ramai dipakai penduduk Indonesia yaitu Instagram, Tiktok, Twitter, Facebook, hingga Linkedin.

Penggunaan media sosial disesuaikan dengan asesmen terhadap kebutuhan dan kemampuan perusahaan dalam pengelolaan media terkait, karena sebenarnya perusahaan Anda tidak wajib memiliki semua akun media sosial yang tersedia di internet.

Forum online seperti Facebook Fanpage atau LinkedIn Business pun dinilai efektif dalam membangun online presence. Anda dapat membangun komunitas pekerja di lingkungan perusahaan Anda melalui forum ini, dapat pula mengumpulkan informasi terkait ulasan tentang perusahaan Anda.

Biarkan talenta perusahaan Anda mengekspresikan perasaan dan pengalaman kerja mereka dengan sukarela, selama tidak melanggar peraturan yang berlaku, seperti melanggar SARA.

Baca juga: Dos and Don’ts Employer Branding di Sosial Media

5. Buatlah konten yang sesuai dengan brand perusahaan yang ditargetkan

Setelah menentukan platform yang sesuai, Anda harus menyusun rencana konten dan mengeksekusinya. Anda dapat memulainya dengan membuat profil perusahaan. Informasi profil yang lengkap dan informatif akan meningkatkan peluang Anda untuk dapat menjangkau talenta potensial.

Informasi ini dapat berkaitan dengan profil perusahaan, visi misi, nilai-nilai, kultur perusahaan, kontak, hingga laporan CSR dan keuangan tahunan jika tersedia. Anda dapat menyertakan informasi berkaitan dengan kerja sama yang telah dilakukan.

Atau informasi tentang bagaimana perusahaan Anda menyikapi aturan-aturan yang silih berganti berdatangan dari pemerintah terkait industri dan ketenagakerjaan di Indonesia, terutama selama masa pandemi.

Ulasan langsung dari talenta yang pernah atau sedang bekerja dengan Anda pun dapat dipertimbangkan sebagai sumber informasi. Metode tersebut bagus untuk menciptakan employer branding yang baik.

Hal ini memberikan bukti sosial yang akan membantu pengembangan bisnis perusahaan Anda, terlebih jika ulasan yang dihasilkan berupa pengalaman positif mereka dalam bekerja.

Terapkan proses amati-tiru-modifikasi agar tidak keliru dalam mengelola informasi yang perlu disampaikan.

Membangun online presence perusahaan Anda dapat dimulai bersama Talentics. Dilengkapi dengan Branded Company Page yang dapat dipersonalisasi sesuai kebutuhan, Anda dapat melakukan employer branding secara online dengan menampilkan konten dan informasi yang relevan bagi talenta yang tertarik berkarier di perusahaan Anda, serta tetap terhubung dengan mereka dengan fitur Talent Nurturing di Dashboard Talentics.

Article Editor: Nadia Fernanda

Image credits: Pexels

Author

Written by Cynthia Astari