Talentics Blog

Tren, Wawasan, dan Opini seputar HR & People Analytics

HR & Media

7 Tahapan Recruitment Process yang Perlu Diketahui

11 Aug 2022 Vega Amarazka

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan dalam mempertahankan kelangsungan suatu perusahaan adalah memiliki karyawan yang potensial dan loyal. Nah, semua ini bisa didapat melalui recruitment process yang dilakukan oleh tim HR atau SDM. Proses rekrutmen sendiri memang dapat bervariasi dari satu perusahaan ke perusahaan lain.

Hal tersebut biasanya ditentukan berdasarkan struktur organisasi, proses seleksi, sifat operasional perusahaan, dan lainnya. Akan tetapi, setiap proses rekrutmen yang terencana dengan baik akan membantu tim perekrutan untuk mendapatkan kandidat yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Apa Itu Recruitment Process?

Recruitment Process

Rekrutmen menjadi salah satu praktik paling penting dari departemen HR atau SDM sekaligus merupakan bentuk tanggung jawab utama mereka untuk mendapatkan kandidat terbaik demi kelangsungan perusahaan. Proses rekrutmen sendiri adalah suatu proses yang dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan kandidat terbaik untuk perusahaan. 

Proses ini dimulai dengan menerbitkan lowongan kerja, mencari karyawan baru, dan diakhiri dengan perekrutan. Artinya, sangat penting untuk bagian HR atau SDM untuk memahami semua tahapan dan tujuan dari siklus rekrutmen yang lengkap. Sebab, ini merupakan salah satu elemen utama SDM di suatu perusahaan.

Tahapan dalam Recruitment Process

Recruitment Process

Tahapan dalam rekrutmen secara garis besar dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:

  • Tahapan sebelum menerbitkan iklan lowongan pekerjaan.

  • Tahapan selama proses seleksi kandidat.

  • Tahapan setelah seleksi akhir atau proses penerimaan karyawan.

Apabila dijabarkan lebih luas lagi, ketiga tahapan inti dari recruitment process perusahaan tersebut dibagi lagi menjadi beberapa tahapan berikut:

1. Identifikasi Kebutuhan Perekrutan

Pertama, identifikasi kebutuhan perekrutan perusahaan saat ini. Misalnya, ada karyawan yang resign atau sedang mencari kandidat untuk posisi baru. Setelah mengetahui lowongan kerja yang ada, kamu dapat menentukan detail spesifikasi yang diperlukan, seperti kemampuan khusus, pengetahuan, pendidikan terakhir, dan pengalaman kerja.

2. Menyiapkan Deskripsi Pekerjaan

Tahapan recruitment process yang kedua adalah menyiapkan deskripsi pekerjaan yang lengkap. Unsur yang harus ada dalam deskripsi pekerjaan seperti tugas dan tanggung jawab, kualifikasi dan keterampilan yang dibutuhkan, lokasi perusahaan, kompensasi dan benefit yang ditawarkan. Deskripsi pekerjaan yang lengkap akan memudahkan tim rekrutmen dalam melakukan seleksi kandidat, sehingga langsung memiliki daftar kandidat yang memang cocok dan potensial dengan pekerjaan tersebut.

3. Mencari Kandidat yang Tepat

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menarik kandidat yang cocok. Misalnya, mencari melalui website, media sosial, atau beriklan di portal penyedia pekerjaan. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan kandidat melalui referensi dari karyawan atau melakukan seleksi karyawan internal. Biasanya, beberapa perusahaan memutuskan untuk melakukan seleksi internal sebelum mencari kandidat dari luar.

4. Skrining dan Seleksi Kandidat

Ini adalah recruitment process yang paling memakan waktu karena kamu harus meninjau dan mengevaluasi semua lamaran pekerjaan. Meski begitu, langkah ini juga penting untuk mengidentifikasi bakat terbaik, jadi pastikan kamu menganalisis setiap resume dan surat lamaran dengan cermat dan memperhatikan setiap detailnya.  Namun, kamu juga bisa melakukan skrining dan seleksi dengan menggunakan perangkat lunak yang memang sedang banyak dimanfaatkan oleh perusahaan.

5. Wawancara

Tahap kritis lain dari recruitment process adalah melakukan wawancara dengan kandidat yang telah lolos tahap skrining. Pastikan kamu tahu tipe kandidat yang cocok dengan posisi yang dibutuhkan di perusahaan. Selain itu, pastikan pula kamu telah menyiapkan pertanyaan dan memiliki ukuran standar jawaban dari semua yang perlu kamu ketahui.

6. Evaluasi dan Penawaran

Setelah melalui proses wawancara, baik dengan tim HR maupun users, kamu sudah bisa menentukan kandidat yang tepat. Selanjutnya, kamu bisa menghubungi kandidat terpilih dan menawarkan pekerjaan secara resmi. Jangan lupa sertakan semua syarat perekrutan, termasuk gaji, hari dan jam kerja, dan apa saja yang bisa menjadi potensi pembatalan kesepakatan.

7. Pengenalan Karyawan

Tahapan terakhir adalah pengenalan karyawan baru termasuk masa orientasi. Biasanya, orientasi atau masa percobaan berlangsung antara 3-6 bulan, selanjutnya dilakukan evaluasi yang memutuskan apakah calon karyawan berhak untuk diangkat menjadi karyawan tetap atau tidak.


Demikian tadi tujuh tahapan dari recruitment process yang perlu kamu ketahui. Supaya proses rekrutmen tersebut lebih singkat dan efisien, kamu bisa bekerja sama dengan Talentics. Menguji lebih dari 45 kompetensi dengan alat ukur yang cepat, tepat, dan akurat, Talentics membantu meningkatkan efisiensi rekrutmen hingga 70% lebih cepat. Cek informasi lengkapnya di talentics.id.

Author

Written by Vega Amarazka