Table of Contents

Jelajahi platform kami sekarang

Dapatkan Insights HR terbaru dengan berlangganan Newsletter Kami

Related Posts

Passion at Work

Apakah Passion at Work Menular?

Seperti yang telah dibahas pada artikel sebelumnya, ada dua jenis passion, yaitu harmonious passion dan obsessive passion. Harmonious passion adalah

5 Tips Meningkatkan Produktivitas Kerja Setelah Libur Panjang

Kembali pada level produktivitas sebelum masa liburan dengan 5 langkah yang dapat dilakukan untuk semua level pekerjaan.

Setelah meluangkan waktu bersama keluarga, liburan dan fokus beribadah selama bulan ramadhan dan liburan Idul Fitri, beberapa karyawan dan manajer mungkin kesulitan untuk kembali pada rutinitas kerja dan mengembalikan tingkat produktivitas pada posisi full power.

Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas karyawan dan manajer setelah liburan, seperti kelelahan fisik dan mental akibat perjalanan atau berbagai aktivitas selama liburan, atau sulitnya untuk kembali ke rutinitas kerja yang terkadang membosankan dan monoton.

Sebagai HR yang profesional, kita perlu menjadi roda penggerak dalam membantu karyawan dan manajer kembali meningkatkan produktivitas perusahaan pasca liburan.

1.  Menetapkan Target yang Spesifik dan Realistis

Karyawan dan manajer dapat membuat daftar tugas yang harus diselesaikan setiap hari dan menetapkan deadline waktu yang realistis. Sebagai contoh, jika tujuannya adalah menyelesaikan proyek pitching untuk klien X, mereka dapat menetapkan target untuk menyelesaikan bagian-bagian dari proyek tersebut setiap harinya dalam jangka waktu yang ditentukan. Misalnya, mereka dapat menetapkan target untuk menyelesaikan 10 slide presentasi dalam satu jam dan memastikan untuk menyelesaikannya sesuai target.

Baca juga: Mengenal Job Burnout, Cara Mengidentifikasi dan Menanganinya

2.  Menerapkan Teknik Time Management

Salah satu variasi teknik time management yang dapat digunakan adalah metode Pomodoro. Dalam metode ini, karyawan maupun manajer dapat membagi waktu kerja menjadi blok-blok waktu yang lebih pendek, yaitu 25 menit untuk fokus mengerjakan tugas dan 5 menit untuk istirahat.

Apabila 25 menit sudah dapat terlewati, dapat ditambah waktu fokusnya menjadi dua sampai empat blok kerja, dengan istirahat 10-20 menit. Teknik Pomodoro ini dapat membantu karyawan dan manajer memperbaiki efisiensi kerja mereka dan meminimalisir kelelahan yang bisa muncul akibat terus-menerus bekerja tanpa istirahat.

3.  Meminimalisasi Gangguan

Salah satu cara lain untuk membantu memaksimalkan produktivitas setelah liburan adalah dengan meminimalisir gangguan yang dapat mengganggu konsentrasi dan fokus pada tugas-tugas yang harus diselesaikan. Beberapa contoh gangguan tersebut adalah notifikasi email, panggilan telepon, atau pesan dari media sosial.

Produktivitas dapat diraih dengan menentukan waktu-waktu tertentu untuk memeriksa email atau pesan dari media sosial, sehingga mereka tidak terganggu oleh hal-hal tersebut saat sedang fokus bekerja.

Dalam hal ini, juga dapat diterapkan teknik time blocking seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, di mana karyawan dan manajer mengalokasikan waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas yang penting, dan menghindari gangguan dari hal-hal lain yang tidak terkait dengan pekerjaan.

Dengan meminimalisir gangguan, karyawan dan manajer dapat bekerja dengan lebih efektif dan efisien, serta menyelesaikan tugas-tugas yang penting dengan lebih cepat dan tepat waktu.

Baca juga: Talentics Insight: 5 Karakter Karyawan

4.  Memaksimalkan Penggunaan Teknologi

Salah satu cara lain yang dapat membantu meningkatkan produktivitas setelah liburan adalah dengan memaksimalkan penggunaan teknologi. Teknologi yang tepat dapat membantu karyawan dan manajer mengelola tugas-tugas mereka dengan lebih efisien dan efektif.

Contohnya, karyawan dan manajer dapat menggunakan aplikasi manajemen tugas seperti Asana, Trello, atau Monday.com untuk memantau proyek dan menyelesaikan tugas-tugas yang harus diselesaikan. Dengan menggunakan aplikasi ini, mereka dapat mengatur tugas berdasarkan prioritas, menetapkan deadline, dan memantau kemajuan proyek secara real-time.

Selain itu, karyawan dan manajer juga dapat memanfaatkan aplikasi produktivitas seperti Google Calendar untuk mengatur jadwal dan mengingatkan deadline. Dengan memanfaatkan teknologi ini, mereka dapat memastikan bahwa tidak ada tugas yang terlewat dan waktu mereka digunakan secara efektif.

Namun, perlu diingat bahwa penggunaan teknologi juga dapat menjadi gangguan jika tidak digunakan dengan bijak. Oleh karena itu, penting untuk memilih teknologi yang tepat dan memanfaatkannya dengan bijak untuk membantu meningkatkan produktivitas, bukan sebagai pengganggu konsentrasi.

Baca juga: Catat 7 Tren Teknologi HR untuk Proses Rekrutmen 2023

5.  Memprioritaskan Tugas yang Lebih Penting

Memprioritaskan tugas yang lebih penting juga dapat membantu meningkatkan produktivitas setelah liburan. Karyawan dan manajer dapat menggunakan beberapa metode untuk menentukan tugas mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode ABC. Dalam metode ini, tugas dibagi menjadi tiga kategori, yaitu A untuk tugas yang paling penting dan harus diselesaikan segera, B untuk tugas yang penting tetapi tidak mendesak, dan C untuk tugas yang tidak terlalu penting.

Setelah menentukan kategori untuk setiap tugas, karyawan dan manajer dapat memprioritaskan tugas-tugas yang masuk ke dalam kategori A dan fokus untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut terlebih dahulu.

Selain metode ABC, karyawan dan manajer juga dapat menggunakan metode Eisenhower. Dalam metode ini, tugas dibagi menjadi empat kuadran berdasarkan tingkat urgensi dan pentingnya tugas. Kuadran pertama adalah tugas yang sangat penting dan mendesak, kuadran kedua adalah tugas yang penting tetapi tidak mendesak, kuadran ketiga adalah tugas yang tidak penting tetapi mendesak, dan kuadran keempat adalah tugas yang tidak penting dan tidak mendesak.

Karyawan dan manajer dapat fokus untuk menyelesaikan tugas yang masuk ke dalam kuadran pertama dan kedua terlebih dahulu untuk memastikan bahwa tugas-tugas yang paling penting dan berdampak besar terlebih dahulu diselesaikan.

Dengan memprioritaskan tugas yang lebih penting, karyawan dan manajer dapat memfokuskan waktu dan energi mereka pada tugas yang paling penting dan meningkatkan produktivitas mereka.

Talentics Insight: Gaya Kepemimpinan Lintas Generasi

References:

Chanty –  5 Tips on How to Be Productive at Work after Seasonal Holidays
Entrepreneur – 6 Simple Ways to Fight the Post-Holiday Blues and Boost Employee Productivity and EngagemenKelly – How to Ramp Up Your Productivity After a Vacation

Image Copyright – Andrea Picquadio via Pexels

Apakah artikel ini membantu?
YaTidak

Share:

Leave a Reply

On Key
Scroll to Top

Talentics

PT. Semesta Integrasi Digital.